Palembang, Halosumsel– Ketua Umum Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Hj. Meilinda membenarkan Provinsi Sumatera Selatan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Taekwondo Wilayah 2 Sumatera hal ini diungkapkan Meilinda Kamis 3 November 2022 di Palembang.

Iya benar,kita Provinsi Sumatera Selatan menjadi tuan rumah Kejurnas Taekwondo Wilayah Sumatera,ada 6 enam provinsi yang terpilih untuk menyelenggarakan kejurnas ini Sumsel salah satunya, yang akan berlangsung 4-6 November 2022 di Jakabaring Sport City,” ungkap Meilinda

Kejurnas ini juga akan memperebutkan piala Gubernur Sumsel Herman Deru, untuk pemenang 1,2 dan 3 Otomatis akin mengikuti seleksi Nasional, Alhamdulillah Sumsel siap hingga saat ini persiapan panita Kejurnas sudah mencapai 90 Persen,berbagai fasilitas sudah siap semua tinggal hari H saja,” singkat Meilinda

Sebelumya Ketua Umum PB TI Letjen TNI Thamrin Marzuki mengatakan Kejuaraan nasional taekwondo dengan dibagi kedalam 6 wilayah adalah merupakan bentuk aspirasi dan masukan dari para praktisi taekwondo dan pengurus provinsi di seluruh Indonesia.

Mereka menilai, bahwa perlunya menata kelola taekwondo, khususnya kejuaraan, diklat dan sebagainya kedalam beberapa wilayah karena faktanya selama ini terjadi gap atau kesenjangan antar daerah yang dikelola oleh Pengprov. Hal ini terjadi lantaran akibat karena kondisi geografis dan luasnya wilayah Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PBTI Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki, ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai alasan pemberlakuan kejurnas wilayah ini.

Menurut Ketua Umum PBTI, salah satu dampak dari kesenjangan tersebut adalah atmosfir pertandingan dan sentra-sentra pembinaan serta pengembangan taekwondo banyak terjadi dan hanya berlaku di beberapa provinsi saja. Dan hal itulah yang menyebabkan adanya dominasi hanya beberapa provinsi saja disetiap event atau ajang pertandingan taekwondo.

“Kejuaraan dan kegiatan-kegiatan diklat yang selama ini cenderung lebih banyak di kota-kota besar, tidak mampu dijangkau oleh para praktisi taekwondo di pelosok daerah. Jika pun mereka bisa mengikuti kegiatan tersebut, biaya yang diperlukan sangatlah besar. Faktor kendala geografis dan luasya wilayah Indonesia inilah yang menjadi sebab utama terjadinya gap. Dan karena faktor itulah pada akhirnya saat Rakernas Januari 2022 lalu, diputuskan bahwa kejuaraan nasional taekwondo akan dibagi kedalam 6 wilayah.” Ujar Thamrin Marzuki. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *