Halosumsel.com-
Sumito (42) salah satu keluarga dari warga Desa Majatra primer 3 Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin ini saat berbincang dengan wartawan media ini (18/8) walau datang musim kemarau tahun mengaku lega, Pasalnya, didesa ini jika datang kemarau selalu kesulitan mendapatkan air bersih untuk kepentingan Mandi dan Mencuci apalagi untuk memasak, sebab disini adanya air payau, karena mayoritas tanah gambut.
Kata Sumito, sejak awal tahun 2016 ini masyarakat desa Majatra sudah tidak kwatir dan was-was lagi menghadapi musim kemarau, sebab sekarang berkat upaya pemerintah Desa Majatra mengupayakan program pengadaan air bersih melalui pembuatan dua titik Sumur Bor benar-benar dapat menyelamatkan masyarakat untuk kebutuhan air bersih.
Kalau sebelum ada sumur bor ini lanjut Sumito, warga harus rela menempuh jalan lebih 15 km untuk mendapatkan air bersih dari sumber air Sumur Belando di Desa Mukut Primer I Pulau Rimau. Ubtuk dapatkan air disanapun tidak langsung dapat melainkan harus mengantri terlebih dahulu mendapatkan air tawar.
Berkat perjuangan Kepala Desa Majatra, Joko Waluyo dan jajaranya, maka mulai awal tahun 2016 lalu hingga sekarang sudah tidak susah mendapatkan sumber mata air bersih, bahkan air dari dua unit sumur bor tersebut airnya lebih jernih dan tidak berbau tanah, maka warga Majatra sekarang benar-benar terselamatkan, walau datang musim kemarau tahun ini yang terbilang ekstrim.
Kades Majatra Joko Waluyo via medsos mengutarakan bahwa benar kata warganya itu mengenai air bersih Alkhamdulillah sudah tidak kesulitan lagi, walau datang musim kemarau.
Joko berharap, agar warga tidak sembrono memanfaatkan dari air sumur bor itu, sebab kemarau tahun ini lebih ekstrim dari tahun lalu, buktinya baru beberapa pekan saja bulan Agustus 2016 ini tidak ada turun hujan, hampir semua kolam buatan milik warganya sudah mengering semua.
Lebih dari itu kata Joko berharap kepada pemerintah baik dari Kabupaten Banyuasin Pemprov Sumsel termasuk dari Pemerintah Pusat tidak sungkan-sungan menggulirkan dana untuk upaya peningkatan perekonomian masyarakat Majatra, harapnya seraya mengakhiri komunikasinya. (waluyo)

