Halosumsel.com-
Pengendara yang hendak melewati Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang- Jambi diminta harus lebih ekstra hati-hati dan bersabar, Pasalnya pada hari-hari tertentu ruas jalan negara itu tersumbat oleh kendaraan pribadi dan Angkot serta Angdes yang sengaja diparkir pemiliknya ditepi ruas jalan tersebut, karenakan pasar tradisional dipusat Ibukota Banyuasin ini hingga saat ini tidak memiliki terminal, sehingga banyak kendaraan diparkir sembarangan.
Pasar Rakyat Kota Pangkalan balai Kecamatan Banyuasin III itu padahal semenjak 13 tahun lalu sebagai pusat ibukota pemerintahan, entah mengapa pemkab banyuasin tidak ada keinginan membangun terminal, sedangkan yang namanya pasar itu tentu harus ada lahan parkir yang memadai, apalagi ini sebagai pasar dipusat ibukota kabupaten, ujar Agus warga setempat saat berbincang dengan wartawan media ini (17/7).
Yang dikwatirkan olehnya, dengan posisi pasar juga tepat dipinggir jalan negara yang banyak berbagai jenis kendaraan melintas ditambah warga yang keluar masuk Pasar untuk berbelanja dan sengaja memarkirkan kendaraan mereka dipinggir jalan sehingga menyebabkan arus lalulintas jadi macet belum lagi resiko lain.
Andaikata cuma macet itu tidak bermasalah, karena masih dapat melintas akhirnya, namun jika terjadi masalah lain yang dapat menimbulkan bencana, akibat kesemrawutan kendaraan diparkir sembarangan, selain menjadi pemandangan buruk juga dibutuhkan tenaga petugas terkait yang lebih pro-aktif dilapangan, bukan hanya mengandalkan juru parkir saja.
Dengan kondisi semrawut semacam ini sudah tentu akan membuat pengendara baik dari dalam maupun yang berasal dari luar Banyuasin merasa kesal karena perjalanan mereka terhambat, ditambah dengan tidak terlihat petugas terkait mengaturnya.
“Seharusnya kemacetan ini tidak mesti terjadi di Jalan Lintas Timur ini, sebab jalannya kalau kami lihat cukup lebar dan lobang tidak begitu ada, jadi apa sebabnya kalau terjadi macet begini”, tambah Solihun yang mengaku berasal dari Bengkulu ini kendaraanya diseruduk angkot.
Sudah tidak terlihat ada petugas yang berjaga dilokasi sehingga sehingga terlihat kendaraan diparkir sembarangan, semestinya sebagai pusat kota pasar itu ada terminalnya dan petugas yang berwenang harusnya dengan sigap mengatur arus lalulintas supaya jalanan tidak terjadi macet dan terjadi kecelakaan semacam.
“Kalau petugas terkait mengatur arus lalulintas disini saya yakin kondisinya tidak macet dan semrawut seperti ini”, ujarnya dengan nada kecewa.
Hal senada diungkapkan salah satu sopir Truk tujuan Cilegon Banten yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kalau dirinya terpaksa melintas dijalan ini karena tidak diizinkan melintas dijalan lingkar oleh petugas, sedabgkan dijalur pemilik kendaraan seenaknya memarkirkan kendaraannya dipinggir jalan karena tidak ada terminal atau lokasi parkir yang memadai.
“Akibat dari semrawutnya sistem pengelolaan parkir dipusat pasar itu, tak jarang menyenggol kendaraan lain yang sedang diparkir”, ungkap warga yang tinggal di Kawasan Angsa Dua Jambi ini.
Dirinya menambahkan, seharusnya Pasar sebesar seperti ini semestinya punya terminal dan lokasi parkirnya lebih luas sehingga kendaraan yang diparkin aman tidak mengganggu kendaraan yang melintas.
“Sayang sekali pasar yang berada di Pusat Ibukota Kabupaten seperti ini kondisinya morat-marit, seharusnya Pasar harus mempunyai lokasi parkir yang luas dan aman, Pemerintah harus memikirkan hal ini sebab kalau begini terus bisa menghambat arus lalulintas negara”, pungkasnya.(waluyo)

