Palembang,,Halosumsel- Terbentuknya Forum Aktifis, Advokat dan Mahasiswa Sumatera Selatan adalah berangkat dari keresahan teman teman mahasiswa pada waktu itu ketika saya masih menjadi koordinator BEM Sumsel, Dimana pada waktu itu kita ingin mendirikan suatu forum yang didalam nya murni adalah mahasiswa dan tidak ada intervensi dari kekuasaan, maka hari ini kami buktikan forum itu tidak akan pernah terintervensi.

Kemudian forum ini beranjak dari diskusi diskusi kecil, mengenai keresahan teman teman dimana banyak hak hak masyarakat yang diambil dan berapa banyak anak anak tidak sekolah serta berapa banyak jembatan yang tidak dibangun karena korupsi, untuk itulah diskusi hari ini hadir untuk menekan korupsi.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Nasional Caruption Warch Sumsel M Ali Ruben SH, dalam pidatonya saya membuka Diskusi Publik Forum Aktifis, Advokat dan Mahasiswa Sumatera Selatan yang di gelar di Ballroom Hotel The Zuri pada hari Jumat 27-12-2024.

Diskusi yang bertemakan Kelola BUMN yang sehat bersih dan Taat Hukum dihadiri oleh narasumber Jaksa Teladan Anti Korupsi Roy Riady SH,MH,.dan Dr Ade Indra Chaniago Akademisi , Ketua Nasional Caruption Warch Sumsel M Ali Ruben SH, Tumpal Simaremare Serta Ratusan tamu Undangan dan Aktivis Sumsel Organisasi, LSM, dan Media

Lebih lanjut Ruben mengatakan bahwa di tahun 2023 didapat dari catatan anti korupsi, dana yang dikorupsi mencapai angka 1500 Triliun, ini tentu sangat miris. untuk itu lah tujuan diskusi hari ini dimana Aktifis, Advokat dan Mahasiswa harus menekan kegiatan kegiatan korupsi tersebut.

“Saya mengajak kawan kawan khususnya yang masih muda untuk berjuang dan bermanfaat untuk masyarakat dengan menekan kegiatan kegiatan korupsi, maka dari itu kawan kawan, teruslah kritis untuk kepentingan Masyarakat, Bangsa dan Negara, karena generasi kita lah yang akan menjadi pengganti dan akan menjadi pemimpin yang akan datang, jangan sampai jiwa kita ini akan sama saja nantinya, menjadi koruptor dan merugikan negara”, ungkapnya.

“Saya berharap acara ini dapat bermanfaat untuk masyarakat, dan untuk kita para mahasiswa, aktifis, Advokat, agar kedepan kita lah yang akan menjadi garda terdepan untuk menentang kebijakan kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat”, tutupnya.

Sementara itu, Jaksa Teladan Anti Korupsi Roy Riady SH,MH menuturkan bahwa diskusi ini untuk membahas bagaimana mana BUMD ini bisa sehat karena filosofi BUMD ini adalah memberikan sumbangsih atau kontribusi seperti memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

“Jadi silahkan kita sebagai Aktifis, Advokat dan Mahasiswa ataupun masyarakat untuk memberikan informasi, kritik ataupun pengaduan dan lainya, tetapi juga jangan lupa untuk memberikan obatnya yaitu ikut rembuk dengan pemerintah untuk membuat tata kelola yang baik, karena itu lah yang dibutuhkan oleh pemerintah saat ini”, tuturnya.

“Yang dibutuhkan pemerintah saat ini adalah membuat suatu kontruksi hukum dan aturan yang benar benar bisa dilaksanakan oleh tataran yang paling bawah, seperti halnya azaz yang dinormakan, setelah masuk dalam norma ketika berlaku dia akan menjadi suatu peraturan, sama halnya dengan Azaz Azaz Umum Pemerintah yang baik (AAUPB)” pungkasnya. (DM)