Pendapat warga masih simpang siur tentang penemuan puluhan butir telur di Dusun IV Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur tersebut, karena ada yang berpendapat itu telur ular berbisa, ada yang bilang telur Penyu bahkan yang bikin gempar lagi itu telur hantu.
Penemuan puluhan butir telur itu disemak belukar di Kampus SDN 17 Rantau Bayur yang pertama kali sekelompok siswa yang sedang bermain dikawasan itu lalu dilaporkan kepada dewan guru dan ada siswa yang rumahnya dekat dengan kampusnya lapor orang tuanya sehingga berkembang luas bahwa disekitar komplek kampus SDAN 17 di Desa Tebing Abang yang terbilang kurang terawat dan rimbun itu ada pukuhan telur misterius.
Warga setempat banyak mengaku dibuat kaget dengan adanya penemuan sebanyak 20 butir telur yang di duga merupakan telur yang belum diketahui pasti siapa induknya itu.
” Kami benar-benar kaget, heran dan bertanya-tanya penemuan puluhan butir telur itu, karena baru kali pertama saya melihat Telur sebesar ini”, ujar R.A.Puspa Dewi saat dibincangi wartawan (26/7).
Dijelaskannya sejauh ini belum pernah ada yang tahu asal usul telur tersebut dan itu telur apa, kalau dugaan sementara beragam anggapan warga ada yang bolang jenis telur Ular Berbisa.
” Andai ini telur ular sudah pasti ularnya sangat besar, kami jadi khawatir dengan keselamatan anak Didik kami dan mudah-mudahan cepat di ketahui jenis ular apa”, harapnya.
Sementara itu Iskandar mantan Ka. UPTD Rantau Bayur menduga bahwa itu bukan telur ular, namun itu telur penyu. ” Itu bukan telur ular tetapi jenis telur penyu, akan tetapi kalau memang itu telur ular biasanya ular berbisa”, ungkapnya.
Lain lagi pendapat yang dikatakan Haidir (45) bahwa sepengetahuan dirinya kalau telur ular itu seperti tasbih dan kalau telur penyu terpisah seperti telur angsa.
” Itu telur masih misterius kalau telur penyu bukan apalagi jika disebut telur ular jelas bukan, sebab kalau telur ular itu seperti rangkaian tasbih, perlu penelitian dulu dari pihak terkait dan warga diminta untuk lebih berwaspada berada disekitar itu”, bebernya. (cw/waluyo)
