Halosumsel-

Sebanyak 17 sumur minyak yang dikuasai masyarakat di desa Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman, kabupaten Musi Banyuasin (MUBA), akan ditutup oleh tim gabungan dari PT Pertamina, pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah kabupatenMUBA. 21 -22 November 2017.

“Kami berencana akan menutup sumur minyak yang berada di desa Mangun Jaya MUBA, selama dua hari ini. Dan ini sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Polres MUBA, maupn pemerintah daerah,” ujar Muhammad Baron Manager Publik Relation PT Pertamina EP, ketika ditemui di Senin Malam (20/11).

Menurut Baron sebelumnya pada tahun lalu pihaknya telah melakukan penutupan sebanyak 104 sumur minyak di MUBA yang dikuasi oleh masyarakat. Dan tahun ini kembali dilakukan dengan SK Gubernur nomor 713/KPTS?DESDM/2017 tertanggal 13 November 2017, tentang pembentukan tim terkait penutupan tambang ilegal.

“Kita melakukan penutupan ini untuk menjaga aset-aset negara agar jangan sampai dicuri dan negara juga dirugikan. Dan ini sesuia dengan perintah Presiden yang ditindak lanjuti oleh Kementerian Polhukam,” tutur Baron.

Baron mengakui dampak jika sumur-sumur minyak tersebut tidak ditutup dan dilakukan ilegal driling, bukan hanya menyebabkan kerusakan lingkungan seperti kebakaran. Tetapi juga menyebabkan kehilangan aset negara.

“Ini sebenarnya sumur-sumur minyak suspect yang masih produktif, tetapi memang Pertamina belum menggunakannya karena ada perhitungan secara ekonomi. Jika ini dikuasi oleh masyarakat tentunya berdampak bukan hanya kerugian negara tetapi juga lingkungan akan rusak,” jelas Baron.

Baron mengatakan selain di Kabupaten MUBA, kegiatan penutupan sumur minyak juga dilakukan di daerah lain, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jambi.

“Tiga provinsi lainnya sudah selesai kita lakukan penutupan, tinggal di MUBA ini, kita harapkan kegiatan 2 hari ini berjalan dengan lancar,” katanya.

Ditambahkan Baron untuk masyarakat yang selama ini melakukan penambangan di sumur minyak, pihaknya  memberikan bantuan berupa CSR, sebagai bentuk tanggung jawab dari Pertamina. (CN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *