Halosumsel.com-
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai salah satu organisasi mahasiswa terbesar harus memiliki kontribusi untuk Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai tempat terlaksananya even Asian Games ke XVIII pada tahun 2018 mendatang.
Pemerintah Provinsi Sumsel (Pemprov Sumsel) berharap HMI dapat mendukung terlaksananya Asian Games, karena perlu andil yang nyata dari semua pihak agar terlaksananya even terbesar yang perna di adakan di Sumsel.
Wakil Gubernur Sumsel IShak Mekki menyampaikan demikian dalam Pembukaan Latihan Kader (LK) III HMI di gedung B wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) yang diikuti sebanyak 55 para calon pengurus HMI dari seluruh Indonesia, Selasa (9/2).
“Harapan Pemprov adalah HMI dapat mendukung pelaksanaan Asian Games 2018, terutama di Palembang, Palembang pun optimis dalam suksesnya even ini karena sudah memiliki banyak pengalaman dalam pelaksanaan seperti SEA Games 2011Termasuk Islamic Solidarity Games (ISG) 2013,” ujarnya.
Ishak menambahkan, jika pemeilihan tempat JSC sebagai tempat pelatihan ini merupakan sesuatu yang sangat tepat karena JSC bukan hanya tempat yang dikenal secara nasional namun JSC juga di kenal dunia.
“Lokasi ini menjadi ciri kebanggaan masyarakat Sumsel sebagai pusat olahraga yang dikenal nasional dan dunia, kami (Pemprov) juga mengajak para peserta untuk melihat-lihat komplek ini,” kata Ishak.
Lanjut Ishak, mengharapakan kepada kader-kader baru yang akan melakukan training nantinya dapat menjadi contoh yang baik untuk organisasi yang lain dan memberikan kontribusinya untuk pembangunan sebagai mana yang telah dilakukan oleh pendahulu-pendahulu mereka.
“Kita tunjukkan HMI dapat menjadi teladan oganisasi lain di Indonesia khususnya di Sumsel, HMI mempunyai andil besar dalam pembangunan negara, kader-kadernya tidak diragukan lagi menjadi orang-orang yang berpengaruh di negara ini,” tandasnya.
Secara terpisah, Pengurus Besar HMI (PBHMI) Mulyadi P Tansir dalam sambutanya, mengharapkan profesionalitas para master of trainer (pelatih) untuk memilih calon pemimpin terbaik demi menjaga kualitas HMI.
“Diharapkan kepada master of trainer bersikap profesional, kalau lulus ya bagus, jika tidak layak ya tidak lulus, dan saya mengharapakan pengurus PBHMI akan lebih produktif lagi,” Imbuhnya.
Mulyadi juga mengungkapkan adapun masalah-masalah yang dihadapi oleh HMI adalah seringkali pelatihan yang diadakan hanya seadanya. “Kelemahan masih banyak, terutama pada saat training-training yang hanya formalitas, karena dari LK I hingga LK III harus punya tujuan dan target,” ungkapnya.(sofuan)
