Halosumsel.com–

Terkait keluhan masyarakat pelanggan air bersih dari PDAM Tirta Betuah Banyuasin ditiga kecamatan yang sudah tidak mengalirkan  selama dua pekan jingga awal Agustus 2016 ini wakil pinpinan DPRD Kabupaten Banyuasin langsung meninjau kelokasi pada Senin (1/8) guna mengetahui lebih dekat duduk persoalanya.

Wakil Ketua II DPRD Banyuasin Heriyadi HM Yusuf meninjau langsung kondisi PDAM Tirta Betuah Cabang Betung tersebut bertujuan mengetahui apa yang jadi sumber persoalan dengan tidak mengalirnya air bersih di wilayah kecamatan Betung, Suak Tapeh termasuk ke RSUD Banyuasin.

Dari hasil peninjauanya kelokasi sentral PDAM tersebut ditemukan penyebabnya bahwa jaringan listrik yang diputus oleh Pt. PLN Rayon Pangkalan Balai karena menunggak dua bulan pembayaranya yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

Dengan jaringan listrik disitu diputus oleh pihak PLN, maka pompa penggerak untuk mengalirkan air bersih tidak bisa dioperasikan, terang Heriyadi.

Heriyadi menambahkan, sebab musabab pemutusan aliran listrik tersebut karena tunggakan yang dialami oleh PDAM Tirta betuah Cabang Betung dan Suak tapeh membekak dan tidak dibayar.

Jika sampai berlarut-larut persoalanya tidak segera diselesaikan tentu masyarakat pelanggan akan lebih marah, untuk itu menurut Wakil ketua DPRD ini ingin menanyakan tentang Tarif air bersih, bila perlu akan diseimbangkan dengan perkembangan ekonomi masyarakat saat sekarang.

“Pompa tidak bisa dioperasikan karena jaringan aliran listrik di putus oleh Pt. PLN dan itu salah satu faktor penyebab tidak mengalirnya air bersih kerumah-rumah penduduk,”ucap Heriyadi.

Dirinya juga akan mempertanyakan terjadinya pemutusan jaringan itu oleh PLN, sebab jika tidak segera disikapi dengan serius persoalanya bisa memicu hal-hal sosial yang lebih patal dan PDAM Cabang ini yang bakal jadi sasaranya.

“Lantas kenapa sampai listrik diputus pihak PLN dan mengapa pihak PDAM Tirta Bertuah tidak bisa membayar biaya listrik, apakah karena tidak adanya biaya atau biaya operasional lebih besar dari pendapatan”, tanyanya.

Kondisi ini terang Heriyadi perlu menjadi perhatian semua pihak termasuk Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian serta Sekdanya Firmansyah agar perusahaan ini menjadi sehat.

“Perlu perhatian pemerintah Banyuasin agar PDAM menjadi perusahaan yang sehat karena selama ini selalu rugi tidak seimbang dengan biaya operasional.Tarif air bersih perlu diseimbangkan sesuai dengan perkembangan ekonomi saat sekarang sehingga pelayanan akan lebih baik lagi”, tandasnya (waluyo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *