Halosumsel-

Bukan kami tidak suka, justru kami ini senang dan bangga sekali adanya proyek peningkatan ruas jalan didepan rumah kami, tetapi banyak warga yang berdumisili disepanjang proyek tesebut sangat menyenangkan bahkan ada yang mengaku kecewa, sebab cara pengerjaannya asal keruk, sehingga merusak pasilitas lain, ucap Bolip (39) warga Cangkring kepada wartawan (8/6).
Masih kata Bolip, ini buktinya saat pengerjaanya oleh pekerja kontraktor peningkatan ruas jalan asal main keruk, sehingga pasilitas pipa PDAM yang ditanam dibagi jalan jadi rusak berantakan yang dampaknya air bersih tak mengalir lagi.
Yang bikin kami resah sebagai warga dari pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh Pt. SAS ini masalah parit saluran air atau draenase yang sudah ada justruk dirusak, dikwatirkan jika datang hujan nantinya pasti airnya menggenang dan mengaliri kedalam areal pekarangan bahkan ada masuk kedalam rumah.
Proyek senilai lebih Rp.2,7 milyar itu yang bersumber dari DAK Kabupaten Banyuasin tahun 2017 yang dikerjakan oleh Pt. SAS  yang masa pelaksanaannya selama 250 hari itu semestinya disertai pembuatan parit, namun lain fakta dilapangan justru parit yang sudah malah dirusak, ungkapnya.
Sementara Ketua RT 019 Kedodong Raye Kecamatan Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III, Edy Herman saat ditemui dikediaman membenarkan, sejak pelaksanaan proyek peningkatan jalan ini banyak pasilitas lain yang sudah ada dirusak dan pihaknya juga sudah berusaha meminta kepada pengawas proyek agar pasilitas yang sudah ada saat pelaksananya, namun nyatanya tidak digubrisnya.
Yang disoal warga lagi menurutnya, dengan dirusaknya pasilitas yang saat pengerjaan proyek itu seperti diungkapkan Bolip itu memang benar, maka untuk melanjutkan pelaksanaan proyek itu jangan lagi disertai pengerusakan pasilitas yang sudah ada termasuk yang sudah dinikmati warga seperti pipa air PDAM.
Yang lebih penting lagi lanjut Ketua RT 19 ini bahwa draenase saluran air atau bangunan parit jangan ditimbun, karena kalau datang hujan airnya dipastikan meluap menggenang dirumah-rumah warga yang berdumisili disepanjang proyek ini, tegas Ketua RT seraya menunjuk bekas pipa air PDAM yang sudah dirusak.
Pekerja kontraktor dari Pt. SAS yang ada dilokasi saat diminta konfirmasinya enggan berkomentar, alasannya dirinya hanya pekerja, bahkan dia juga mengatakan kalau mau bertemu pimpinan proyek ini waktunya pagi aja, pesanya sembari meminta namanya tidak mau dicantumkan dalam pemberitaan.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *