Halosumsel-
Pembangunan taman kota dijalur hijau Simpang Tiga Kota Betung Kabupaten Banyuasin masih menyimpan teka-teki bagi masyarakat, pasalnya apakah diwujudkan pembangunan itu akan membawa perubahan kondisi yang lebih baik atau justru menjadi deretan permasalahan baru bagi masyarakat yang berdumisili disekitar lokasi.
Puluhan pedagang yang selama ini mengais rezeki dikawasan tersebut sudah berhasil dipindahkan dan lokasi sudah diratakan serta pelaksanaanya pun sudah mulai terlihat aktipitasnya, namun berbagai anggapan dan keraguan warga setempat akan pembagunan itu, ucap Edi warga setempat kepada wartawan (20/7).
Edi mengaku masih ragu-ragu akan adanya kawasan taman yang dimaksud, sebab Simpang Tiga Kota Betung itu bukan hanya dibebaskan begitu saja dari aktipitas masyarakat berjualan selama ini, tetapi harus menjadi Ikonnya kota Betung dan yang lebih penting bisa mengurangi dampak kemacetan arus lalulintas dari tiga arah.
Masih kata Edi, jika nanti cuma dibangun taman tanpa ada pasilitas pelebaran ruas jalan tentu areal pertamanan justru yang utama menimbulkan permasalahan baru. Yang namanya taman itu pasti akan menjadi tempat berkumpulnya kawula muda, sementara lokasinya berada dijalur Lintas Betung-Sekayu, Betung-Jambi dan Betung-Palembang, ungkapnya mengaku bingung.
Hal serupa juga diutarakan oleh Sarib warga setempat, jika kawasan ini dibangun tidak lebih baik penataanya, berkeyakinan Simpang Tiga Kota Betung ini akan menjadi permasalahan baru bahkan lebih parah dari sebelumnya.
Menurutnya, dari awal pengerjaannya saja terlihat dari pekerjaan kontraktornya sudah ada yang beres, sebab lokasi itu banyak limbah material tempat warga berjualan, sehingga suatu saat akan terjadi pengeroposan.
Andaikata dilokasi itu akan ada bangunan apapun bentuknya tidak dapat bertahan lama sudah rusak, namun kalau sebelumnya dilakukan perataan tanahnya dan yang tanah lembut dibuang lalu diganti dengan timbunan tanah merah seperti yang terlihat sekarang ini tidak akan berbahaya terhadap bangunan-bangunan yang dirikan nanti.
Yang namanya proyek pemerintah kata Sarib, sebelum dikerjakan, tentunya ada identitas pelaksana papan proyeknya, sehingga tidak jadi polemik publik, namun fakta dilapangan pelaksanaannya semacam itu, ungkapnya seraya mengatakan bahwa proyek itu masih teka-teki.
Hingga berita ini sampai kemeja redaksi media ini pihak pelaksana proyek ada yang berhasil untuk diminta konfirmasinya.(waluyo)

