Palembang, Halosumsel- Universitas Sriwijaya (UNSRI) kembali menggelar Upacara Wisuda ke-181 yang berlangsung di Gedung Auditorium UNSRI Kampus Indralaya, Rabu (10/12/2025). Pada periode ini, UNSRI resmi mewisuda 686 lulusan, diantaranya berpredikat Dengan Pujian sebanyak 35 orang.

Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada para orang tua atau wali alumni yang telah berhasil menuntaskan salah satu kewajibannya memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Ucapan selamat juga disampaikan Rektor kepada para wisudawan dan wisudawati atas keberhasilannya menggapai gelar akademik yang diidamkan. Menurutnya tidak ada suatu pemberian yang lebih utama kepada anak-anaknya selain pendidikan yang baik.

“Kami mendoakan semoga jerih payah Bapak dan Ibu mendidik anak-anaknya sehingga pada hari ini bisa di wisuda mudah-mudahan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Ucapan selamat kami sampaikan juga kepada anak – anak kami, saudara – saudara kami para alumni baru yang diwisuda pada hari ini, selamat atas keberhasilannya menggapai gelar akademik yang sangat diidam-idamkan selama ini. Seiring doa semoga gelar dan ilmu yang diperoleh dibekahi Allah SWT sehingga bisa membawa manfaat bagi diri sendiri dan bagi orang banyak. Kami mendoakan semoga keberhasilan hari ini menjadi awal untuk menggapai keberhasilan-keberhasilan selanjutnya di masa yang akan datang,” ucap Rektor.

Prof. Taufiq berpesan agar para alumni selalu menjaga nama baik UNSRI, menjunjung tinggi kejujuran, amanah, menjaga etika, serta moral. Ia juga mengajak para alumni untuk selalu menghormati orang tua dan mencintai sesama agar sukses di manapun para alumni berkiprah.

Upacara wisuda dihadiri juga oleh Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, S.Sos, yang turut memberikan ucapan selamat serta pesan khusus kepada seluruh wisudawan. Dalam sambutannya, Ahmad Muzani menyampaikan apresiasi dan doa untuk para lulusan agar mampu menghadapi fase baru dalam kehidupan mereka.

“Mudah-mudahan ini menjadi awal baru dari kiprah dan kerja kita dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Menjadi sarjana bukan akhir dari sebuah pengabdian, tapi justru awal dari pengabdian,” ujarnya.

Ketua MPR RI menekankan bahwa menyandang gelar sarjana harus disertai dengan semangat untuk terus belajar, membaca, berdiskusi, dan menggali ilmu baru. Ia mendorong para alumni untuk selalu mengembangkan pengetahuan demi menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap para lulusan dapat melahirkan berbagai inovasi dan temuan baru, khususnya di bidang pertanian, pangan, dan sektor-sektor yang relevan bagi kemajuan Sumatera Selatan dan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa nama besar Universitas Sriwijaya membawa semangat kejayaan ilmu pengetahuan dari Kerajaan Sriwijaya abad ke-7. Ia mengatakan, Bumi Sriwijaya sebuah kerajaan yang sangat penting yang kekuasaanya ketika itu hampir melampaui seluruh kawasan Asia Tenggara. Sriwijaya dianggap sebagai pusat ilmu dan pusat peradaban yang maju.

“Nama besar itu sekarang disandang bagi Universitas Kebanggaan kita yakni Universitas Sriwijaya. Dengan menyandang nama besar Universitas Sriwijaya diharapkan para alumninya bisa mengembangkan ilmu pengetahuan yang memberi manfaat bagi kemajuan masyarakat, umat, bangsa, dan negaranya,” Tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Muzani juga menyampaikan keprihatinan atas musibah banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengajak para wisudawan dan masyarakat untuk terus memupuk nilai gotong-royong sebagai ciri dan kekuatan bangsa Indonesia.***