Halosumsel.com –

Masih minimnya jumlah dokter spesialis anestesi di Indonesia khususnya di kota Palembang tidak sebanding dengan jumlah rumah sakit yang ada. Tercatat ada sekitar 1.350 orang dokter spesialis anestesi di Indonesia yang tentu jumlah ini diluar dari idealnya.

Dikatakan Kepala Departemen Anestesi Bidang Terapi Intensif Rumah Sakit Muhammad Husein (RSMH) Palembang, Dr. Zulkifli, jumlah dokter spesialis di Indonesia masih tidak sebanding dengan jumlah dokter spesialis lain seperti halnya spesialis mata, bedah ataupun kebinanan yang jumlahnya bisa mencapai 9000 orang dokter.

“Semestinya paling tidak harus ada 3000 orang dokter spesialis anestesi di Indonesia jika dibandingkan dengan spesialis lainnya. Untuk di kota Palembang sendiri jumlah dokter spesialis anestesi ada 18 orang yaitu 10 orang di RSMH Palembang, 2 orang di rumah sakit Bari dan Charitas dan 1 orang di rumah sakit AK Gani, Muhammadiyah, Siloam dan Myria,” jelas Zulkifli usai audiensinya dengan Walikota di rumah dinas, Jl. Tasik Palembang, Selasa (12/4).

Masih minimnya jumlah dokter anestesi pun, lanjut Zulkifli dikarenakan perlu proses yang panjang selama beberapa tahun dan melakukan tahapan ujian untuk mendidik seseorang agar menjadi dokter spesialis anestesi sehingga jumlahnya tidak banyak seperti yang lainnya.

“Selama ini Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang pun telah membantu banyak salah satunya memberikan beasiswa atau bantuan dana bagi mahasiswa sehingga nantinya mahasiswa tersebut bisa mengajukan keringanan biaya kepada Pemkot terlebih dahulu agar biaya spp atau pun buku-buku bisa dibiayai oleh Pemkot,” ujarnya.

Mendengar masih minimnya dokter spesialis anestesi di kota Palembang, Walikota Palembang, Harnojoyo berharap kedepannya jumlah dokter spesialis anestesi bisa meningkat dan Pemkot Palembang akan mendorong segala kebutuhan sehingga peminatnya bisa meningkat.

“Jika memang jumlah dokter spesialis anestesi masih kurang tentunya akan kita support agar peminatnya bisa meningkat mungkin akan dibantu melalui beasiswa,” ulasnya.

(Aisyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *