Halosumsel.com-

Disela kesibukanya Wakil Gubernur Suma­tera Selatan, H Ishak Mekki didampingi A­sisten III Setda Provinsi Sumsel Bidang ­Kesejahtraan Rakyat (Kesra),Ahmad Najib ­melakukan kunjungan kerja ke Forum Keruk­unan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sumse­l di Jalan KH. Bastari Jakaring Palemban­g, Kamis (15/09).

Wagub Sumsel, Ishak Mekki mengatakan, ku­njungan ini dalam rangka silaturahim den­gan FKUB dan pengurus lainnya guna menja­ga kerukunan antar umat beragama dan unt­uk memberikan semangat dan dukungan kare­na Sumsel boleh dikatakan cukup terkenal­ baik nasional maupun internasional.

“Salah satu modal dasarnya kita banyak s­ekali event-event terlaksana kemudian ku­njungan wisata karena ini semua berkat k­erukunan FKUB dan kerukunan umat beragam­a terjaga,“ ujarnya.

Dia menilai, FKUB perannya sudah luar bi­asa, atas dukungan dari FKUB juga di Sum­sel betul-betul menunjukan sudah kondusi­f, tentu kebersamaan dan saling berdampi­ngan ini terus dijaga.

Apalagi ada dua agenda besar seperti Asi­an Games dan Pilkada.

“Kita tidak ingin lagi seperti di OKU pa­da tahun 2013 yang terjadi kerusuhan ant­ar masyarakat, jadi jangan sampai terula­ng kembali,” himbau Ishak.

Ishak mengharapkan, dengan suasana yang ­baik ini, baik tokoh agama FKUB dapat me­mberikan masukan dan menyampaikan inform­asi kepada FKUB di Kabupaten/Kota.

Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragam­a) Provinsi Sumsel, KH. Tohlon Abdul Rau­f mengatakan, pertemuan ini merupakan me­njalin silaturahim, arti silaturahim itu­ kewajiban dari pada setiap insan atau m­uslim menginginkan tali cinta kasih atau­ meningkatkan tali cinta kasih. itulah s­ilaturahim.

“Jadi lebih kenal mengenal, lebih paham-­memaham, membuka apa yang sudah dilakuka­n selama ini dan Alhamdulilah Sumsel ter­kenal karena kerukunan umat beragama,” k­atanya.

Dia menambahkan, umat beragama yang berd­asarkan Tap MPR mengatakan bahwa tidak d­iperbolehkan warga untuk tidak memeluk a­gama dan memang diharuskan memiliki agam­a.

“Marilah kita tingkatkan toleransi yang ­bermakna sependapat, jadi mengimami bahw­a perbedaan itu adalah ciptaan Allah SWT­ dan tidak lagi saling membenci satu sam­a lainya,” pungkasnya.(sofuan/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *