Halosumsel.com-
Semarak Festival Sriwijaya XXV yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan dengan menampilkan tentang Kerajaan Sriwijaya di masa lalu memukau para pengunjung yang hadir.
Menyajikan pertunjukan cerita masa kejayaan Sriwijaya masa lalu dapat mengembalikan kembali semangat untuk membangun Pemerintahan Provinsi Sumsel di era sekarang. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, saat membuka Festival Sriwijaya XXV di Pelataran Benteng Kuto Besak, Senin (18/7).
Dikatakan Alex, kemegahan pemerintahan Kerajaan Sriwijaya yang dipimpin Raja Dapunta Hyang, bisa diimplementasikan ke pemerintahannya. Terkhusus untuk para 17 Bupati/Walikota dengan memimpin di daerah masing-masing bisa bersama-sama membangun Sumsel.
“Jangan mengagungkan kejayaan masa lalu, namun sekarang kita bersama mengembalikan era pemerintahan Sriwijaya dengan lebih baik lagi,” ujar Alex.
Alex mengapresiasi pagelaran Festival Sriwijaya tahun ini, hingga memuji tarian kolosal Sriwijaya yang dianggap bisa mencapai ke level internasional, dan pantas untuk manggung di opera besar di dunia. Seperti Opera Time Square di Amerika Serikat (USA) serta Sidney opera house di Australia.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI, Esty Eko Astuty mengungkapkan, Sumsel bisa mengembangkan produk pariwisata budaya yang bisa mengangkat potensi wisata di Inonesia. Seperti pertunjukan tari-tarian, drama kolosal budaya dan pagelaran seni lainnya.
“Namun, kedepannya teman-teman bisa mengemas potensi ini sebagai daya tarik. Bisa membagikan produk nasional sebagai wisata mancanegara,” ujar Esty.
Esty berharap, kegiatan ini bisa menjadikan target nasional untuk bisa ditetapkan di kalender event Nasional.
“Kami mendukung dari beberapa waktu lalu. Kegiatan Musi Triboatton, Festival Sriwijaya dan memasukkan event lebih menarik bisa dilestarikan dan kita kembangkan dengan inovasi kreatifitas lebih menarik agar bisa dipromosikan,” pungkasnya.(rilis)

