Halosumsel.com-
Meski target zero asap yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ditahun ini belum optimal alias dinyatakan gagal total, namun Gubernur Sumsel H Alex Noerdin masih optimis zero asap akan terwujud di tahun 2016 mendatang.
Alex mengatakan ditahun depan, program antisipasi dan kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan akan digeber sedini mungkin demi meminimalisir munculnya titik api selama musim kemarau.
“Per 1 Januari 2016 mulai action seluruh program antisipasi kebakaran hutan dan lahan, kita banyak belajar dari tahun sebelumnya karena itu program pencegahan harus dilakukan habis-habisan,”kata Alex saat menggelar konfrensi pers akhir tahun Pemprov Sumsel yang dihadiri seluruh perwakilan media di Hotel Arista Palembang Selasa (29/12)
Alex menegaskan, keseriusan Pemprov dalam mencegah kebakaran hutan menjadi salah satu prioritas pembangunan 2016 dibidang pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Adapun program tersebut dengan menjalin kerjasama pihak internasional beberapa negara donor seperti Belanda, Inggris dan Norwegia. Bersama kerjasama ini, Alex menjelaskan Pemprov Sumsel akan menjalin kemitraan pengelolaan ecoregion dan Lanskap di Sumsel yang bertujuan mengelola lahan agar dapat berproduksi dan ramah lingkungan.
“Kerjasama green growth ini terdiri enam komponen yang terdiri dari kegiatan inventarisasi data lanskap, penguatan kelembagaan dan kapasitas, pengelolaan lanskap, pemberdayaan masyarakat, mendukung kebijakan dan kemitraan yang transfaran serta monitoring evaluasi,”ulasnya.
Mitra utama internasional yang dilibatkan dalam program ini seperti initiative Duurzame Handel (IDH), Zoological Society of London (ZSL), Stichting Nederlandse Vrijwiligers (SNV), dan beberapa pihak swasta seperti Asia Pulp and Paper.
Melalui kemitraan internasional itu, Pemprov Sumsel kata Alex juga akan tetap menjalankan langkah konkrit yang langsung diterapkan kelapangan. Diantaranya dengan membentuk desa peduli api dari 83 desa yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Muara Enim.
“Seluruh desa yang wilayahnya dilanda kebakaran jelas tak akan kembali dibiarkan, jadi Kepala desa disana akan kita latih, diberikan fasilitas dan dana yang berasal dari kabupaten kota, perusahaan hingga bantuan asing,”jelasnya.
Selain upaya tersebut, Alex menuturkan pihaknya juga meminta kontribusi positif dari seluruh masyarakat dan pihak termasuk peranan pers. Menurutnya, agar titik api di kabupaten terbesar penyumbang kebakaran di Sumsel dapat diminimalisir maka pencegahan kebakaran hutan dan lahan di desa-desa rawan kebakaran memerlukan dukungan sosialisasi dari banyak pihak.
Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel, Eko Ratnawati Ningsih menambahkan dalam upaya antisipasi kebakaran hutan, Pemprov telah melakukan memorandum of understanding dengan pihak IDH dalam rangka pembangunan berkelanjutan di Sumsel. “Mou ini antara Gubernur Sumsel dan CEO IDH yang berlangsung di Utrech Belanda pada 2 Desember lalu, “pungkasnya.
(Boy)
