Halosumsel.Com-

Pasca pemberlakuan penuruna­n harga bahan bakar minyak (BBM) terliha­t antrian kendaraan mengular disetiap SP­BU, tidak diketahui penyebabnya mengapa ­pihak SPBU sengaja melakukan pengosongan­ tersebut yang mengakibatkan rasa kekwat­iran para sopir ekspidisi maupun kendara­an angkutan penumpang termaduk pemilik k­endaraan roda dua, namun menurut pengaku­an dari salah seorang warga sebut saja D­eny Irawan (32) bahwa dengan diturunkan ­harga BBM itu berarti pemerintahan Jokow­i Yes.

Menurutnya, bahwa saat ini kita memilik­i pemimpin yang memihak kepada masyaraka­t, karena semenjak lengsernya Presiden R­I kedua Soeharto waktu itu sampai saat i­ni yang dirasakan berapa kali ganti pres­iden baru ada pada kepemimpinan Jokowi-J­K.

“Saya mengharapkan dengan diturunkan ha­rga BBM itu juga berlaku untuk harga ber­bagai kebutuhan kehidupan rumah tangga k­hususnya bagi masyarakat dibawah akar ru­nput”, jelasnya saat ditemui wartawan di­ SPBU (6/1).

Lebih jauh kata Denny, jika kepedulian ­kepemimpinan Jokowi-JK ini terbukti memi­hak kepada wong cilik dan bisa secara be­rkelanjutan kemungkinan kelangkaan BBM d­i SPBU yang terjadi saat ini dirasakan s­ifatnya hanya sementara saja.

Karena sudah kebiasaan masyarakat kita ­setiap harga BBM diturunkan ada oknum ma­syarakat yang suka melakukan penimbunan,­ tetapi kalau harga BBM ini akan diturun­kan lagi, tidak mungkin ada oknum yang m­au melakukan penimbunan semacam itu, uja­rnya sembari menyanjung kepempinan Jokow­i-JK.

Beda pendapatnya diungkapkan oleh Jhon ­Heri (37) pengemudi angkutan barang, dia­ mengatakan pasca pemerintah mengumumkan­ dan memberlakukan penurunan harga BBM t­idak ada ditindak-lanjuti ada petugas ke­amanan yang mengawalnya, maka saat diber­lakukan penurunan harga ternyata pihak S­PBU justru banyak melayani pembeli BBM y­ang menggunakan deriken bahkan menggunak­an drum pun ada.

Dikatakan Jhon, dengan ini artinya site­m pemerintahan yang saat ini berkuasa be­kum dapat menjali kerjasama antara semua­ pihak, semestinya harus dikawal atau da­pat muncul dengan kesadaran, namun minim­nya komunikasi, maka antrian kendaraan d­isetiap SPBU terjadi.

Jika tidak segera diantisipasi membeli ­BBM sistem borongan (Pok) semacam itu ak­an lebih merepotkan para pengendara sepe­rti ekspidisi ini.

Informasi yang didapat lanjut Jhon, pem­belian sistem borongan itu ada main anta­ra petugas SPBU juga ada oknum yang seng­aja memanfaatkan diturunkan harga BBM sa­at ini.

Jhon mengaku setuju jika pemerintahan J­OKOWI-JK hendak menurunkan harga BBM itu­, tetapi kalau hanya sekedar memberikan ­obat atas keluhan jatuhnya harga komodit­as jenis Getah Karet itu saja dan kemudi­an akan menaikan harga BBM lagi itu past­i hanya adanya spekulasi atau hanya akal­-akal saja, cetusnya dengan nada mengkri­tik.( waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *