Halosumsel.com-
Mantan Kadisdik Banyuasin Merki Bakri Spd Msi yang ditahan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrium) Polda Sumsel sejak beberapa waktu yang lalu diduga pengembanganya akan bisa menyeret 10 oknum wartawan media cetak dan Elektronik yang bertugas diwilayah Kabupaten Banyuasin.
Pasalnya Asisten Administrasi Umum Setda Banyuasin ini dilakukan penahanan terkait kasus dugaan penipuan Rp 2,5 Miliar yang dilaporkan oleh mantan Stap bidang keuangan ditempat dirinya menjabat saat itu, Reza Vahlevi.
Sejauh ini Merki Bakri sebagai terduga tersangka tersebut sesungguhnya masih bungkam sekitar persoalan yang membelitnya dan belum bersedia menjelaskan kepada awak media dari kegunaan dana Rp 2,5 miliar tersebut.
Namun sejak terduga Merki bakri dijadikan tersangka dan kini sudah ditahan di Polda Sumsel itu ada beredar pesan singkat sms secara berantai yang dikirim oleh seseorang ke sejumlah wartawan dan si pengirim SMS itu mengaku merupakan orang dekat Merki Bakri dan mengetahui kemana aliran dana tersebut.
Si pengirim SMS itu yang isinya diantaranya menjelaskan bahwa ada dana yang nilainya sekitar Rp 100 juta mengalir kepada 10 orang oknum wartawan yang kala itu digunakan untuk membeli kamera dan laptop bagi wartawan yang bertugas di Banyuasin.
Tidak hanya itu saja, selesai kampanye pilkada bupati waktu itu tanggal 6 bulan Juni 2013 dan ternyata hasilnya sukses dimenangkan pasangan Bupati yang sekarang Yan Anton Ferdian dengan Wabub S.A Supriono itu, mereka juga diberi voucher bernilai Rp 5-10 juta kepada 10 oknum wartawan tersebut.
Adapun sebagian dari Isi sms itu yang dikirimkan kepada beberapa wartawan yabg bertugas di Banyuasin yakni,
“Prihatin meliht pak Merki ditahan, keluarganya sangat terpukl padhal dia melakukan itu bukan untuk kepentingan pribadi. Sebagai orang dekat beliau, saya sedikit byk mengetahui aliran dana Rp 2,5 miliar tsb. Slh satunya tuk membeli peralatan seprti kamera dan laptop bagi 10 wartawan media cetak dan elektronik. satu wartawan dpt voucer Rp 5 juta dan bisa di tukar Laptop atau Kamera di Mdp Palembang.
Tidak hanya sekali namun 2 kali dapet voucher jadi Rp 10 juta setiap wartawan. Kalike bae uong 10 la nak 100 jt. Voucher keduo dienjok la abis kampanye Plus duit cash 5 sewang,”
Pesan singkat ini dikirim melalui nomor, 08218688xxxx. Namun sayang ketika di hubungi nomor hp tersebut terdengar nada tidak aktif.
Terkait dengan beredarnya sms setelah terjadi penahanan seorang mantan Kadisdik Banyuasin berinisial MB itu, Sekjen PWI Banyuasin Nachung Tajudin berharap Merki Bakri mau membantu para awak media untuk berbicara secara terbuka terkait persoalan membelitnya saat ini, kepalang dirinya jadi pesakitan dan mengapa mau menanggung resiko seorang diri, kalau memang ada pihak lain yang terlibat, maka MB supaya mau membuka persoalanya itu biar semakin jelas.
“Kalau dengan cara diam, maka akan menimbulkan berbagai polemik ditengah masyarakat, maka saya minta MB mau membantu awak media yang bertugas di Banyuasin khususnya guna mengungkap masalah ini semua biar jelas”, katanya.
Menyikapi adanya dugaan keterlibatan aliran dana tersebut yang mengalir ke-10 orang oknum wartawan, dikatakan Nachung bisa saja terjadi dan bukan rahasia umum lagi, tetapi siapa oknum dan apa medianya.
“Seharusnya si pengirim sms bisa saja menyebut inisial namanya siapa-siapa 10 Oknum wartawan itu atau pun dari asal medianya yang dimaksud, sehingga tidak ada fitnah terhadap awak media yang bertugas di Banyuasin, karena di Banyuasin ini jumlah wartawan bisa mencapai 40 orang lebih, baik dari Media Cetak, Elektronik maupun Online dan itu yang terdaftar dalam wadah PWI, masih ada wartawan yang dari luar PWI”, ungkapnya.
Untuk itu lanjut Sekjen PWI, sesuai dwngan UU Pers nomor 40 tahun 1999, supaya saudara MB maupun pengirim pesan singkat melalui SMS itu bisa memberikan uraian yang jelas, sehingga tidak menciptakan polemik para pimpinan Media terhadap wartawanya yang ditugaskan di Banyuasin.
Oleh sebab itu juga ada isu yang berkembang dana itu ada dana lain senilai sekitar Rp.1,8 milyar yang bersumber dari pinjaman para Kepala Sekolah Menengah se Banyuasin yang saat itu dipakai untuk kampanye pilkada bupati termasuk ada dana guru terpencil yang tidak digulirkan, namun hingga saat ini belum jelas jeluntrungnya dan sangat perlu adanya keterbukaan dari penjelasan dari MB, harapnya. (cw/waluyo)

