Halosumsel.com – Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung melepas 208 ton beras untuk operasi pasar di Kota Palembang, Senin (15/6) .Operasi pasar beras digelar bertujuan meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan beras jelang bulan suci ramadhan.

Operasi pasar diluncurkan secara serentak via teleconference dibeberapa kota besar di Indonesa oleh Presiden Jokowi di Bandung (Jawa Barat), Palembang (Sumatera Selatan), DKI Jakarta, Semarang (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), dan Makassar (Sulawesi Selatan). Untuk peluncuran kota Palembang bertempat di halaman Perum Bulog Divre Sumsel Babel KM9 yang dilepas langsung oleh Seketaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Sumsel, Mukti Sulaiman.
Kepala Perum Bulog Divre Sumsel dan Babel, Miftahul Adha mengatakan operasi pasar dilakukan juga dalam rangka optimalisasi penyaluran raskin. Adapun lokasi operasi pasar dilakukan didua titik yakni Pasar
Lemabang dan Kantor kecematan Plaju.

” Hari ini kita mengirim 25 truk yang totalnya mengangkut 208 ton beras untuk meringankan masyarakat memenuhi kebutuhan beras jelang bulan puasa, untuk
Harganya kami lepas Rp8.200/kg”,katanya.

Menurutnya, dalam gelaran operasi pasar kali ini pihak tak menargetkan waktu. Operasi pasar, lanjut dia, akan dihentikan sampai permintaan pasar sudah jenuh.

” Pada awalnya masyarakat akan membeli beras untuk memenuhi stok beberapa hari kedepan menyambut ramadhan sampai lebaran, namun beras yang dioperasikan hari ini semuanya diharapkan mencukupi”,tukasnya.

Mengenai stok beras kedepan, Miftha menegaskan bahwa stok beras sumsel kedepan sangat aman sampai dengan 9 bulan kedepan. Bahkan alokasi beras hingga juni menurutnya masih cukup tinggi karena baru mencapao 70 persen.

“Sampai hari ini masih ada 11500 ton yang belum terserap, oleh karenanya kita terus melakukan operasi pasar sebagai langkah optimalisasi penyaluran raskin agar raskin segera sampai ke rumah tangga sehingga dapat menekan laju inflasi diderah”,bebernya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumsel, Ir Permana menambahkan untuk meringankan beban masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama ramadhan, selain terus menstabilkan harga beras pihaknya juga akan menekan beberapa kebutuhan pokok lainnya. Permana menuturkan peraturan pemerintah mengenai kebijakan harga sembako telah ditandatanganin oleh Presiden 10 hari lalu sehingga akan segera diterapkan.

“Dengan diterapkannya perpres ini, paling tidak beberapa kebutuhan pokok harganya tidak lagi bergejolak tinggi karena telah ditetapkan langsung oleh pemerintah dengan harga yang akan diberlakukan untuk masyarakat”,jelasnya.

Dia mengatakan penetapan harga oleh pemerintah ini terkait harga bahan pokok selama bulan ramadhan ini adalah sebagai sebuah intruksi yang harus disesuaikan seluruh daerah. Kemungkinan besar harga bahan pokok yang akan ditentukan oleh pemerintah yakni seperti beras, telur, minyak goreng,terigu.

” Kita berharap sembilan bahan pokok termasuk didalamnya daging juga akan ditetapka oleh pemerintah sehingga masyarakat dapat lebih terjangkau mendapatkan harganya,” tutur dia.

Sementara Sekda Sumsel Mukti Sulaiman mengatakan jelang bulan suci ramadhan dan lebaran yang identik dengan kenaikan sejumlah harga barang harus disikapi bijak oleh masyarakat. Menurutnya masyarakat dalam menyambut puasa juga harus menghindari pola konsumtif yang berlebih.

“Sudah lumrah bila permintaan naik maka harha juga naik, oleh karenanya masyarakat harus arif dan bijaksana dalam belanja kebutuhan, jangan terlalu konsumtif”,tandasnya (sofuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *