Halosumsel.com –
Akibat guyuran hujan selama tiga jam berturut-turut sejak pukul 03.00 wib dini hari hingga pukul 06.00 wib Selasa pagi (19/1), menyebabkan aliran anak sungai betung yang memotong ruas jalan lintas tengah (Jalinteng) Banyuasin tepatnya di Desa Suka Mulya Kecamatan Betung itu tidak mampu menampung luapan debit air yang meninggi, sehingga membuat ruas jalan tersebut menjadi terendam yang dampaknya membuat antrian kendaraan dari dua arah terlihat mengular.
Dari pantauan dilapangan, luapan air hujan itu akibat gorong-gorong yang ada terlalu kecil ukurannya, sedangkan luapan air hujan dari hulu terlihat cukup besar, sehingga airnya meluber membajiri ruas Jalinteng.
Bagi pengendara yang tidak berhati-hati apalagi mereka memaksakan kehendaknya akhirnya kendaraanya terjebak macet, selain itu kendaraan dari arah Betung tujuan Sekayu Muba dan sebaliknya harus rela mengantri, karena ketinggian luapan air ditengah jalan mencapai ketinggian lebih 30 sentimeter.
Pengendaraan roda dua, Wawan Syamsudin (21) tujuan Sekayu mengaku kaget setibanya dilokasi banjir, karena selama tiga tahun selalu melintas dijalan ini, baru sekali ini menemukan genangan air yang cukup tinggi.
Untuk sementara waktu kepergiannya dengan tujuan ke Sekayu tempatnya bertugas pada hari ini diurungkan, karena dari genangan air dijalan itu belum ada terlihat tanda-tanda air menyurut.
” Saya sudah biasa setiap pagi pukul 04.30 wib dari rumahnya di Betung berangkat untuk bekerja di Sekayu, sehingga tiba di kantor pukul 06.00 wib baik pada hari hujan maupun tidak hujan”, akunya sembari mengucap mungkin jika sampai pukul 08.00 wib luapan air dijalan itu belum juga surut terpaksa hari ini meminta izin.
Hal serupa diungkapkan Lisyono (48) warga setempat mengatakan, luapan air hujan dilokasi itu juga pernah terjadi sekitar 10 tahun lalu, kalau dulu akibat gorong-gorong yang dibangun era Pemerintahan ini masih ikut Kabupaten Muba karena tersumbat sampah.
Namun luapan air hujan yang menggenangi jalan itu, sekarang karena selain hujannya memang sangat derat juga akibat dari aliran air anak sungai itu mengalami pendangkalan serius bahkan terbilang sudah tidak ada lagi.
Untuk kejadian banjir sekali ini belum ada laporan dari warga disekitar lokasi yang menjadi korban atau mengalami kerugian harta bendanya, tetapi terlihat antrian kendaraan dari dua arah tujuan betung-sekayu dan sebaliknya mengalami antrian panjang.
Mengantrinya kendaraan dari dua arah akibat terendam banjir itu lanjut Lisyono, karena tidak adanya jalan alternaif lain di jalur lintas tengah di Kabupaten Banyuasin ini, pengendara harus sabar mengantri, jika ada yang memaksakan kendaraannya terutama bagi pengendara roda dua akhirnya banyak yang mengalami terjebak macet.
Bagi pelajar SD setempat yang hendak kesekolah terpaksa balik kanan, karena takut melintasi genangan air dengan ketinggian air mencapai setinggi lutut orang dewasa.
Walau hujan sudah reda, tetapi volume air hingga pukul 07.30 wib pagi ini belum ada terlihat tanda-tanda menyurut, juga belum terlihat ada tindakan baik dari Pemerintah Desa ini maupun Kecamatan Betung termasuk dari Kabupaten Banyuasin melakukan upaya penanggulangan, sehingga dilokasi banjir menjadi tontotan warga setempat, jelasnya. (waluyo)
