Palembang, Halosumsel- Kegiatan lokakarya mini lintas sektoral Triwulan Puskesmas sekaligus launching Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) di wilayah Kecamatan Ilir Timur II yang ditandai dengan penyerahan Ikan Cupang dan Bubuk Abate Kepada Ketua RT dan Kader Jumantik, bertempat di Aula Kecamatan IT II Palembang, Rabu (7/2/2023).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang yang diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan (SDK) Kota Palembang Sri Yulianingsih, SKM., M.Kes., menyampaikan bahwa Lounching Gertak PSN ini dimaksudkan Untuk menanggulangi wabah Demam Berdarah (DBD) yang saat ini kembali mulai meningkat

“Dengan pencanangan ini kita kan gerakan masyarakat secara serentak dan masiv untuk memberantas nyamuk dengan melakukan 3M Plus, karena Poging itu bukan langkah utama, Poging itu langkah akhir yang kita pilih karena hanya membunuh nyamuk yang sudah dewasa tapi tidak dengan telur dan jentiknya”, ucapnya.

“Kita akan mendorong gerakan ini untuk diseluruh Kota Palembang, saat ini dari 18 Kecamatan yang ada di kota Palembang sudah ada 9 Kecamatan yang melakukan Pencanangan ini dan masih ada 9 Kecamatan lagi yang perlu kita dorong untuk melakukan gerakan ini”, tuturnya.

Sri Yulianingsih juga mengatakan bahwa pencanangan hari ini merupakan langkah awal selanjutnya pihaknya dari Dinkes akan mengusulkan pencanangan disetiap Kecamatan yang ada di Kota Palembang, karena kasus DBD ini kadang dianggap sepele namun mematikan juga.

“Di Kota Pelmbang sendiri kasus DBD di Kota Pelembang sendiri perjanuari ini 216 kasus DBD sedangkan di tahun 2023 dari Januari sampai Desember mencapai angka 756 kasus”, tukasnya.

Ditempat yang sama Camat IT II Septa Marus Eka Putra, SH, MH., mengatakan bahwa di kecamatan IT II sendiri terdapat 14 kasus DBD namun saat ini kondisi pasienya sudah sehat semua.

“Untuk itu Lounching Gertak PSN hari adalah upaya kami untuk mengajak masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk, jadi gerakan ini bukan lagi kearah memotivasi tapi lebih dari itu kita mengajak masyarakat untuk melakukan aksi pemberantasan ditempat tempat berkembangnya sarang nyamuk”, paparnya.

Sapta Marus juga menutungungkapkan bahwa Poging itu merupakan langkah terakhir yang akan pihaknya lakukan karena Poging hanya membunuh nyamuk yang sudah dewasa sedangkan yang pihaknya ingin lakukan saat ini adalah memutus mata rantai perkembangan nyamuk Aedes aegypti.

“Untuk itu kita akan mengajak kader Jumantik yang ada di setiap Kelurahan dan RT/RW serta masyarakat yang ada di Kecamatan IT II ini, agar pemberantasan sarang nyamuk ini cepat tuntas, selanjutnya kita akan membina masyarakat dan. Juga melakukan peninjauan langsung untuk menghimbau masyarakat untuk melakukan aksi nyata pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti ini”, tutup Sapta Marus Camat IT II ini.

Sementara itu dr, Irma Wijaya Kusuma Kepala Puskesmas 5 Ilir yang didampingi Kepala Puskesmas Sabokingking dr. yulifa menuturkan bahwa sebenarnya pihaknya sudah melakukan program tahunan untuk mengantisipasi wabah DBD ini apalagi di musim penghujan ini memang kita gencarkan penyuluhan untuk mengatasi DBD ini terutama untuk melakukan 3M Plus.

“Kita juga melakukan edukasi kemasyarakat, apabila mereka terjangkit agar segera mendapatkan pertolongan dan jangan sampai dibiarkan berlama lama karena bila terdeteksi secara dini bisa kita lakukan pengobatan secara tepat dan cermat, dan Sampai hari ini di Puskesmas 5 Ilir yang terlaporkan terjangkit wabah DBD hanya 1 kasus yang artinya belum banyak terjadi penyebaran diwilayah kita”, pungkasnya. (Dino).