Halosumsel-
“Kita sudah evakuasi korban ke kamar jenazah RS Muhammadiyah untuk di Visum Et Repertum. Untuk sementara, korban mengakhiri hidup karena tekanan hidup, karena isterinya tidak pulang-pulang ke rumah. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Namun, di tubuh jelas terlihat jeratan tali di leher, lidahnya menjulur dan cairan di pakaian dalamnya,” jelas Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SIk SH MH melalui Kanit Identifikasi, Aiptu Agus Wijaya S.Psi kepada sejumlah wartawan.
Kejadian ini pertama kali diketahui adik kandung korban, Septi (23) yang curiga saat kakaknya tidak keluar-keluar dari kamar mandi.
“Malam sebelumnya dia sempat meminta maaf atas kesalahannya. Setelah bergabung main gaplek dengan tetangga, dia pulang dan makan pecel lele bersama kami. Setelah itu dia nonton, sekitar pukul 06.00 dia masuk kamar mandi dan tidak keluar-keluar,” jelas Septi terkenang.
Firasat tidak baik terjadi, lanjut Septi.
“Saya mau masuk kamar mandi, namun terkunci dari dalam. Setelah lama memanggil tidak sahutan, saya meminta suami untuk mendobraknya. Ketika terbuka itulah, saya lihat kakak sudah tergantung,” ujarnya sedih.
Dikatakan Septi, sebelum kepergian korban, pekerja serabutan itu sempat mengeluh akan kesalahannya kenapa sang isteri tidak pulang ke rumah.
“Dia (korban_red) binggung, sudah empat bulan isterinya tidak pulang ke rumah setelah pasca dijemput Ibu mertuanya. Padahal dia masih terhitung pengantin baru, sebab beliau menikah baru dua bulan. Saya sempat menasehatinya, sudahlah ikhlaskan saja. Kita mulai lembaran baru, ternyata dia mengambil langkah ini dan dituangkannya ke dalam surat permintaan maaf,” tuturnya. (agustin selfy)

