Halosumsel.com-
Luapan air Sungai Musi sudah dua bulan terakhir terus merendam ratusan rumah warga yang berdulisili dibantaran Sungai tersebut termasuk merendam rumah Desa Teluk Kijing 2 Kecamatan Lais kabupaten Musi Banyuasin. Akibatnya, kegiatan ekonomi masyarakat diwilayah tersebut mengalami lumpuh total. Ketinggian air rata-rata mencapai lebih 1 meter di beberapa desa yang terendam.
“Mayoritas warga didaerah ini berprofesi sebagai petani. Karena banjir, warga tidak bisa bekerja,” jelas Nang Heri warga dusun 1 desa Teluk Kijing 2 kepada wartawan beberapa saat yang lalu.
Bukan hanya dusun ditempat tinggalnya saja yang terkena dampak banjir, dusun 2 dan dusun 3 didesa ini kena imbas dampak bajir. Menurut Heri ratusan rumah warga yang turut terendam itu yang mayoritas ditegak rumah dikawasan dataran rendah, sehingga saat datang hujan kawasan itu lebih cepat airnya merendam rumah warga.
Namun demikian korban banjir didesa ini kebanyakan warga pilih bertahan dikediamannya, karena rumah mereka sebagian besar adalah rumah panggung, tetapi bagi warga yang tinggal dirumah depok sudah mengunsi dirumah keluarganya yang tidak terendam, ungkapnya.
Hampir seluruh komoditas warga didesa teluk Kijing 2 seperti kebun karet terendam, ”Bingung kami mau cari kerjaan lain, karena sebagian aktifitas keseharian kami menyadap karet. Kalo kebun karet sudah terendam tidak bisa di potong (deres) lagi,” Imbuh Heri.
Senada dikatakan Rusma, salah satu warga setempat, bahwa banjir tersebut terjadi hampir dua bulan lamanya, hingga saat ini airpun belum kunjung surut, sehingga aktifitas sehari-haripun lumpuh, warga kuatir jika bantuan dari pemerintah tidak ada lagi bisa terancam kelaparan.
Yang lebih memprihatinkan lagi bagi pelajar terpaksa warga harus menggunakan perahu sebagai kendaraan operasional untuk keliling termasuk untuk antar-jemput anak sekolah.
“Kami serba susah pak, banjir ini tidak surut-surut. Sekarang ini kami hanya makan seadanya sesuai stok sembako yang kami punya, itupun persediaan makanan sudah tinggal sedikit, sementara kami tidak bisa beraktifitas. Bahkan beberapa tetangga kami yang tinggal dibawah rumah terpaksa ngungsi ke tempat lain. Karena selain tidak bisa beraktivitas, rumahnya tidak bisa dihuni sebab didalamnya air sebatas lutut bahkan lebih, yang sedihnya lagi bagi anak-anak pelajar, terpaksa diangkut menggunakan perahu biduk” tuturnya.
Ditambahkannya, banjir ini terjadi hampir setiap tahun, namun tahun ini lebih parah karena hampir dua bulan air tak kunjung surut. Kalau tidak ada bantuan Pememerintah kuati banyak warga yang kehabisan stok makanan, belum lagi ada ancaman penyakit lain dari dampak banjir ini.
Terpisah Kepala Desa Teluk Kijing 2, Margaretha kepada beberapa wartawan membenarkan, desanya sudah menjadi langganan banjir. Akibat hujan yang mengguyur beberapa pekan ini juga akibat banjir dari kiriman, ratusan rumah warga yang berada di dusun 1, 2 dan 3 yang ada lokasi dataran rendah dan daerah di bantaran sungai semuanya sudah terendam dengan ketinggian airnya mencapai 1 meter, bebernya.
“Hal ini diperparah dengan geografis Desa Teluk Kijing 2 yang berada di dataran rendah dan pinggir sungai Musi juga sering menerima banjir kiriman,” ungkap Margaretha lagi.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan pemerintah kabupaten Musi Banyuasin telah mendirikan Posko Siaga Bencana yang bertujuan agar nantinya ada percepatan untuk menyalurkan jika memperoleh berbagai bantuan dan informasi tentang bencana banjir ini didesanya serta ada kecepatan dalam melakukan tindakan penanganan bencana.
“Sekitar 700 rumah warga yang terkena dampak banjir, sudah ada bantuan dari pemerintah Provinsi melalui BPBD provinsi Sumatera Selatan. Bantuan tersebut berupa beras dan Mie yang diberikan kepada korban banjir,” bebernya.
Namun dirinya mengatakan, jika banjir ini terus terjadi dikuatirkan bantuan yang sudah diberikan kepada warga itu tidak mencukupi kebutuhan hidup bagi warga sehari-hari sebagai korban banjir, tukasnya. (walbro)

