Halosumsel.com – Kementerian Perdagangan RI menganggarkan dana sebesar Rp32 miliar pada pertengahan tahun lalu dengan rencana pembangunan revitalisasi pasar di Sumatera Selatan. Secara perlahan anggaran tersebut turun dan mulai dibangun pasar sesuai dengan perencanaan yang ada.

Diketahui ada empat proyek revitalisasi pasar yang mendapat bantuan Kemendag RI, yakni pasar di Palembang, Pagaralam, Prabumulih dan Lubuklinggau. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel Ir Permana MMA mengatakan, memang tidak semua daerah mendapat bantuan karena Pemerintah Pusat membatasi hanya ada empat pasar yang menerima APBN dengan total Rp32 miliar.

“Secara perlahan semuanya (pasar yang mendapat bantuan, red) diselesaikan proses pembangunannya,” ujarnya.

Seperti di Palembang, tepatnya di Pasar 10 Ulu Palembang yang akan diresmikan besok (15/6) langsung oleh Menteri Perdagangan RI Rachmad Gobel. Dalam prosesnya, pembangunan pasar tersebut dialokasi dana yang cukup besar yakni sekitar Rp12 miliar. Bukan hanya pembangunan, proyek pasar tersebut juga dilakukan dengan merevitalisasi pasar.

Selain pasar di Palembang, dana tersebut juga dianggarkan untuk pembangunan dan revitalisasi pasar di Pagaralam Rp6 miliar, Prabumulih Rp8 miliar, dan Lubuklinggau Rp6 miliar.

“Bantuan dari Kemendag ini dilakukan guna meningkatkan potensi jual beli di pasar, dan menampung serta menghidupkan perdagangan di Sumsel,” ungkap dia.

Kenapa hanya empat kabupaten/kota itu saja yang menerima bantuan Kemendag, Permana menuturkan, empat kabupaten/kota itu berada di kawasan strategis dan menjadi tempat transaksi dagang yang ramai.

“Kabupaten/kota lain belum mendapat giliran saja,” cetusnya. Sebagai syaratnya, kabupaten/kota yang ditunjuk harus memenuhi kriteria yang ditentukan pusat, yakni tingkat transaksi perdagangan yang tinggi, pasokan banyak, dan dekat dengan lingkungan pasar.

Kemendag ingin memperbaiki fisik pasar tradisional di Indonesia agar bisa tumbuh bergandengan dengan pasar modern. “Pasar tradisional bisa bersaing nantinya, asal bersih, tidak bau, dan dingin. Ditambah jam buka pasar tradisional lebih cepat dari modern, jadi ini menjadikannya lebih unggul,” tandasnya. (ani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *