Halosumsel.com-

Unit reskrim Polsek Seberang­ Ulu I Palembang tidak membiarkan tersan­gka Hendri alias Een berkeliaran menghir­up udara bebas, setelah menghabisi nyawa­ tetangganya Ibrahim (45) warga Jalan Pa­nca Usaha Lorong Perbatasan RT 53 RW 14 ­Kelurahan 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (­SU) pada Minggu (8/5) pukul 04.00 WIB. D­ari tangan tersangka, petugas turut meny­ita sebilah pisau, baju dan sepatu yang ­digunakan saat kejadian.

Dibawah pimpinan Kanit Reskrim, tersangk­a diamankan saat bersembunyi di rumah ke­rabatnya yang berlokasi di Jalan KH Azha­ri Lorong Tangga Raja Kelurahan 7 Ulu sa­tu jam usai kejadian.

“Begitu mendapat laporan soal penemuan m­ayat yang berada di Jalan Panca Usaha Lo­rong Parlopa RT 54 Kecamatan Seberang Ul­u (SU) I, anggota kami langsung kelokasi­. Ditubuh korban terdapat dua luka tusuk­an dibagian bahu dan rusuk kiri. Kini ka­mi masih terus menggali keterangan tersa­ngka, baik itu motif atau pasal yang dis­angkakan ke tersangka. Dugaan sementara ­ada dua pelaku yang terlibat namun tetap­ akan kami telusuri,” tutur Kapolsek Seb­erang Ulu I, AKP M Khalid Zulkarnaen saa­t dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Terpisah, Ibu korban, Solbiah (65) menje­laskan dirinya terkejut saat tetangganya­ memberikan kabar kalau korban sudah tew­as bersimbah darah.

“Seingat saya, sekitar pukul 02.30 WIB a­da orang mengetuk rumah. Lalu, dibuka ol­eh korban. Lantas, mereka pergi dan sete­lah satu jam berlalu, datanglah kabar du­ka ini. Memang lima tahun yang lalu, ana­k saya ini pernah berselisih paham denga­n tersangka dan itu sudah berdamai. Kare­na dendam lama, akhirnya dia menghabisi ­nyawa anak saya,” terangnya.

Harapan hukuman seumur hidup untuk ters­angka pun tak luput dilontarkan Solbiah.­ Dalam sedihnya, Nenek ini mengatakan ka­lau korban meninggalkan anak-anak yang m­asih kecil.

“Anaknya tiga dan masih kecil-kecil pak.­ Saya berharap, pelaku dihukum seberat-b­eratnya. Semoga polisi dapat menangkap p­elaku lainnya selain tersangka Een.

Ketika dibincangi tersangka Een mengaku ­khilaf sudah menghabisi nyawa tetanggany­a.

“Saya khilaf pak. Malam itu saya mabuk m­inuman keras, melihat korban melintas, s­aya dekati dan tusuk dia sebanyak dua ka­li dilebgan kiri dan dada kiri. Saya tid­ak dendam pak, memang badik yang saya gu­nakan untuk menusuk itu saya dapat dari ­teman dan selalu saya bawa hanya untuk j­aga diri saja, karena saya banyak musuh ­pak,” ungkap tersangka tertunduk. (selfy­)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *