Palembang, Halosumsel- Ikatan Farmakologi Indonesia (IKAFARI) bekerjasama dengan FK UNSRI menggelar Opening Ceremony dengan tema Internasional Conference In Konjungsion With Sriwijaya Internasional Conference On Medical Scientist yang bertempat di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Jum’at (14/11/2025).
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Prof. Dr. dr. H. Muhammad Irsan Saleh, M.Biomed., menyampaikan bahwa acara ini digelar untuk melihat bagaimana mana cara pengobatan yang baik.
“Saat ini Kemenkes sedang meneliti bagaimana agar obat obatan itu bisa benar benar bermanfaat bagi setiap orang, karena efek obat terhadap setiap orang berbeda beda, jadi hal tersebut dikaji dalam seminar ini dari berbagai aspek, seperti aspek genetik, selain itu juga mencari obat obat genetik yang bermanfaat bagi semua orang”, ujarnya.
Irsan juga mengatakan bahwa dari beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa memang latar belakang genetik orang yang ada di Indonesia berbeda beda dalam kemampuan memetabolisme obat jadi kemungkinan terjadi efek samping juga berbeda beda.
“Salah satu penelitian yang kami ambil seperti saya dan Dr. Haris sampaikan seperti orang Sumatera, dengan di Jawa dan dengan di Papua itu ternyata secara genetik ada perbedaan dalam kemampuan memetabolisme obat sehingga kemungkinan terjadinya efek samping berbeda beda,” paparnya.
Lebih lanjut Irsan Menuturkan bahwa beberapa pembicara yang berasal dari luar negeri menyampaikan bagaimana mereka mengembangkan obat obat baru yang berbasis pendekatan secara genetik.
“Sedangkan pembicara dari luar negeri mereka saat ini sedang mengembangkan obat obatan yang berbasis pendekatan secara genetik dan menggunakan teknik biologi monokuler sehingga obat yang dibuat bulan hanya obat herbal biasa tapi sudah lebih ke obat obatan rekayasa genetik sehingga obat obatan tersebut bisa ditargetkan ke target tertentu yang mungkin ada perbedaan respon antar orang per orang”, pungkasnya. (DM).

