Halosumsel.com-
Musaidin (40) bin Cik Osi Warga Dusun 4  RT 04/03 Desa Rantau Bayur Kecamatan Rantau Bayur akhirnya menghembuskan napas terkahir pada pukul 07:00 wib pagi Rabu 02/12/15, setelah mendapatkan perawatan selama 11 jam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyuasin.

Pria yang saat ini masih mempunyai dua orang anak dikeroyok oleh orang yang tidak dikenal di Ujung Desa (Hulu sungai Musi) Desa Rantau Bayur, yang pada saat itu ditemukan oleh seorang petani yang pulang dari sawah.

Kejadian pemukulan ini belum diketahui pasti apa motifnya, namun tim identifikasi dari Polres Banyuasin tengah melakukan visum. Dan tim dari Polsek Rantau Bayur  akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara.

“Saya tidak bisa berkata-kata lagi melihat kondisi ayah saya sudah terbujur kaku. Saya meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang menyebabkan nyawa ayah saya melayang”ungkapnya Ikbal anak pertama almarhum dengan mata berkaca-kaca.

Ditambahkannya, dirinya tidak menyangka ayahnya pergi begitu cepat dan dirinya tidak ada firasat sebelum kepergian orang tuannya ini.

” Sebelum kejadian ini tidak ada firasat dari kami dan korban juga semasa hidupnya tidak pernah ngomong kalau dirinya ada masalah.”imbuhnya.

Sementara itu Ayah Korban Cik Osi (75) mengatakan sebelum kejadian dirinya mendapat firasat,bahwa dirinya bermimpi rumah yang dia diami mendadak ringsek.

“Sepuluh hari sebelum kejadian tragis ini saya sempat bermimpi rumah yang saya diami mendadak ringsek. Padahal dalam mimpi saya tidak ada angin dan tidak ada hujan, saya bermimpi pada pukul 04:00 wib fajar”jelas Cik Osi.

Dilanjutkannya, kejadian ini begitu berat baginya karena korban merupakan anak pertama didalam keluarganya.

“Terlalu berat cobaan ini, namun saya pasrah saja karena ini sudah ditakdirkan oleh yang kuasa. Namun saya meminta kepada penegak hukum seperti kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini dan untuk menghukum pelaku dengan hukuman yang setimpal”imbuhnya.

Sementara itu Kapolres Banyuasin AKBP Julihan  Muntaha Sik. melalui Kapolsek Rantau Bayur AKP Hulman Purba ketika dimintai keterangan terkait kasus pemukulan sehingga menyebabkan nyawa salah satu warga melayang.

Pihaknya akan berusaha mengungkap kasus ini, namun mereka akan mencari saksi-saksi terlebih dahulu dan melakukan pendalaman sebab semasa hidup korban tidak pernah bercerita dengan keluarganya kalau ada msalah.

“Kita akan dalami terlebih dahulu dengan mengumpulkan bukti-bukti dan memintai keterangan saksi-saksi, sebab kejadian pemukulan ini tidak ada saksi yang melihat,” tukasnya.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *