Halosumsel.com-
Perbaikan ruas jalan lintas timur (Jalintim) Sumatera diwilayah Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Sumsel tepatnya mulai dari depan Kantor Betung sejauh 100 meter dianggap dikerjakan oleh pekerja kontraktor asal jadi, pasalnya belum ada tiga bulan dilakukan perbaikan saat sekarang kondisinya sudah kembali rusak ditambah dilokasi jalan yang rusak itu ada aktipitas pemungutan retribusi dari Dishubkominfo Kabupaten Banyuasin akhirnya kerusakan ruas jalan semakin parah.

Dari parahnya itu membuat pengguna jasa jalintim itu nyaris memakan korban jiwa terhadap pengendara roda dua, sebab ruas jalan negara itu saat sekarang terbelah menjadi 8 jalur. Jika pengendara roda dua kurang perhatian pasti akan jadi korban lakalantas ditempat itu.

Lakalantas seperti yang dialami oleh Windi Rana Wijaya (28) warga Jalan Kombet Kelurahan Rimba Asam Betung ysng jatuh tersungkur dilokasi itu yang akibatnya selain sepeda motor Vixion rusak parah juga luka yang dialami pun cukup serius.

Windi mengaku sekitar pukul 04.30 wib (29/8) dini hari hendak berangkat bekerja di Kota Palembang berusaha meluncur dari rumah mengendarai sepeda motor jenis Vixion warna hitam dengan nopol BG 5991 JN.

” Saat itu kondisi jalan masih licin karena embun pagi dan setibanya dilokasi jalan yang mirip paret itu roda depan motornya tegelincir sehingga terjatuh dan terbanting maka sepeda motor rusak dan helmnya pecah akibat kejadian itu”, ucapnya sebari meringis kesakitan.

Kata Windi, kejadian yang dialami itu kondisi kendaraan sedang mengantri dipungut retribusi didepan pintu masuk terminal, saat melaju disela mobil mengantri, roda depan keendaraan ini tidak dapat naik tebing jalan, karena kondisi jalan licin sehingga sepeda motor terbanting dan saya terpental, akibat tujuan saya terpaksa berhenti karena luka sangat serius.

Saya berharap pemerintah baik dikecamatan Betung maupun Kabupaten Banyuasin khususnya dari Dishubkominfo yang setiap hari memungut dana retribusi supaya berusaha menimbun paret yang ada disisi kiri dan kanan badan jalan itu.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Banyuasin, Joko Aminoto saat diminta komentarnya diruang kerjanya beberapa saat yang lalu mengatakan sebelum ada korban jiwa dilokasi supaya pemerintah baik dari Kabupaten Banyuasin maupun Provinsi Sumsel berusaha melakukan pebyekrafan.

Sebab kata Joko, kebanyakan yang menjadi korbanya warga Banyuasin, karena yang banyak beraktipitas dengan memanfaatkan jalan itu juga warga Banyuasin.

Joko berjanji akan menyampaikan masalah kerusakan badan jalan lintas yang berada didepan kantor camat dan terminal betung dan meminta kepada dishub memunggut retribusinya tidak lagi ditengah jalan negara itu.

” Sudah pengerjaan dari kontraktor tidak baik ditambah dilokasi itu dijadikan tempat pemumgutan retribusi, sehingga dari antrian kendaraan berat dari dua arah, wajar kalau sebelum tiga bulan dilakukan perbaikan, kini kondisinya sudah lebih parah lagi rusakanya”, jelas Joko seraya memberikan keyakinan kepada awak media yang mengkonfirmasikanya. (waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *