“Kepada masyarakat saya himbau untuk tidak terpancing dan heboh ataupun panik terhadap teror bom, karena tujuan utama teroris itu hanya sekedar membuat panik walau pun bom tidak jadi meledak kalau kita panik maka tujuannya tercapai”, jelasnya.
Dikatakanya, namun demikian masyarakat pun lebih peka dan berwaspada terhadap lingkungan, terutama kepada pendatang baru untuk di pantau kegiatannya.
“Manfaatkan aparatur pemerintahan setempat, Rt, Rw dan perangkat Desa serta Lurah dan dari internal kita sendiri akan kita tingkatkan serta kita sebarkan intel kita kedesa- desa untuk memonitor kalau ada kelompok-kelompok yang di disinyalir terkait dengan kelompok teroris”, ujarnya.
Masih kata dia, bukan hanya masyarakat kepada pemerintah desa dan unsur Tripika yang ada agar berbaur dengan masyarakat guna mencegah masuknya paham radikal serta memberikan rasa nyaman kepada penduduk sekitar.
” kita akan meningkatkan patroli ditempat yang diduga jadi tempat persembunyian para pelaku teror atau yang kita duga penyebar paham radikal, saya tekankan agar anggota kita lebih berbaur kepada masyarakat guna pencegahan masuknya pengaruh yang tidak kita inginkan, supaya masyarakat tidak panik dan merasa nyaman dengan adanya kehadiran polri ditengah masyarakat”,ulasnya (waluyo)

