Palembang,HS-
Terhitung sejak tanggal 15 Oktober 2019 lalu bertepatan dengan satu tahun berpulangnya Bapak Mula Jadi Tampubolon tokoh masyarakat Sumsel, untuk itu, keluarga besar Tampubolon mengadakan acara mengenang 1 tahun wafatnya Opung (Bapak) yang juga merupakan tokoh agama di Sumsel.
Brigjen TNI Richard Tampubolon salah seorang putra dari Mula Jadi Tampubolon menyampaikan acara mengenang 1 tahun berpulangnya dilaksanakan bukan untuk Iarut dalam kesedihan semata.
“lni sebagai bentuk mengenang karakter tangguh yang dimiliki Opung. Beliau sosok yang taat pada agama. Bahkan meski telah divonis menderita kanker pita suara dengan harapan hidup tidak lebih dari 5 tahun, beliau tetap yakin akan kebesaran dan kuasa Tuhan”, ucap Richard Tampubolon, Minggu Malam (27/10).
Pantang menyerah dan selalu kuat dalam berdoa menjadi karakteristik Bapak Mula Jadi Tampubolon, dan selalu mendermakan hidupnya untuk kegiatan sosial, ” Cerita Richard
Sedangkan, Mewakili kerabat/sahabat, Gubernur Sumsel Herman Deru dalam sambutannya mengatakan Sumsel sangat kehilangan Bapak Mula Jadi Tampubolon, di mana semua orang dari lintas usia, suku, dan agama mengakui ketokohannya.
“Meski telah menjalani operasi pita suara, beliau semasa hidupnya tetap penuh semangat dalam beraktivitas”, kenang HD.
Beliau merantau dari Medan ke Palembang dengan tidak membawa apa- apa hanya modal tekad yang kuat serta keyakinan terhadap Tuhan hingga beliau menjadi tokoh penyatu antar Ummat beragama di Sumsel, ” Ujar Herman Deru
Yang paling kita ingat dari Beliau adalah sifat Pantang Menyerah, beliau disini tidak memiliki kenalan siapapun dengan kegigihan beliau mampu mendidik anak anaknya menjadi anak anak yang berguna bagi bangsa dan negara, ” Cerita HD
Beliau dikenal sejak bebrapa dekade dari Gubernur Syahrial Oesman, Alex Noerdin, hingga saya sendiri , beliau menjadi penyatu keragaman di Sumatera Selatan, salah satu tokoh yang menjaga Sumsel tetap kondusif dan tidak pernah terjadi kerusuhan Suku dan Agama, ” Ujarnya
Ketokohan beliau ini patut dijadikan tauladan bagi anak anaknya, saya berharap mereka mampu mempertahankan ketokohan bapak Tampubolon, ” Ujarnya
Tak lupa, dia juga berpesan kepada anak-anak almarhum, untuk dapat menjaga nama baik Bapak Mula Jadi Tampubolon. “Banyak nilai kebaikan yang telah dilakukan almarhum. Untuk itu saya minta agar dapat menjaga nama baik almarhum, karena masyarakat akan selalu membanding-bandingkan kebaikan almarhum dengan tindakan dan perilaku anak-anaknya”, ujarnya.
Dilanjutkan HD, meski dirinya tidak memiliki pertalian darah, namun baginya almarhum Bapak Mula Jadi Tampubolon sudah seperti orang tuanya sendiri, serta kepada Ibu Tianur Marpaung istri almarhum Bapak Mula Jadi Tampubolon, HD meminta untuktetap dapat menjadi sosok seorang Ibu sebagaimana layaknya saat almarhum masih hidup.
Diketahui almarhum Bapak Mula Jadi Tampubolon tutup usia 77 tahun, tepatnya berpulang pada 15 Oktober 2018, beristrikan Tianur Marpaung keduanya memiliki 5 orang anak, den 14 orang cucu.
Tampan hadir para tokoh masyarakat Sumsel Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, Pangdam Merdeka XIII Mayjen Tiopan Aritonang, Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Syafrial, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan, Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono, Jajaran Direksi BRI,Pengusaha Sumsel Chandra Antonio para sesepuh tokoh Batak Sumsel dan para tokoh lintas agama serta para kerabat
(Sofuan)

