Halosumsel-
Detak-Palembang.com PALEMBANG – Titik api (Hotspot) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sampai awal September 2017 cenderung menurun. Walau demikian satuan tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Sumsel tetap siaga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah menyampaikan pihaknya tetap siagakan posko-posko karhutla yang ada di lapangan.
“Posko-posko karhutla kita tetap siaga dilapangan, yang berada di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan maupun posko-posko yang berada di HTI dan perkebunan,” jelas Iriansyah di Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (06/09).
Lanjutnya, posko karhutla provinsi juga tetap memonitor perkembangan posko yang berada di lapangan. Untuk antisipasi satgas karhutla tetap menyiapkan helikopter water bombing, ketika ada satu saja titik api akan langsung padamkan.
“Inilah prinsip kita satu saja titik api, sekecil apapun titik api langsung kita padamkan. Operasi pemadaman juga bersama-sama dengan operasi yang berada di dara,” tegasnya.
Ditambahkannya, Upaya pemadaman karhutla secara bersama-sama semua pihak seperti TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api ditempat dimana desa rawan karhutla sering terjadi.
“Untuk daerah yang menjadi langganan karhutla kami sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib dalam hal ini polisi. Didaerah itu sudah menjadi kebiasaan membuka lahan perkebunan dengan membakar oleh karena itu kita berusaha mencegah dengan menyebar informasi larangan membuka perkebunan dengan cara membakar,” katanya.
Kerjasama semua pihak mulai dari TNI, Polri, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Camat sampai kepala desa terjalin dengan baik sehingga sampai saat ini karhutla dan kabut asap terkendali.
“Sampai saat ini belum terjadi kabut asap di Sumsel itu dilihat dari Indek standar Pencemaran Udara (ISPU) yang masih dibawah 50 dan juga jarak pandang lebih dari 10 kilometer yang artinya baik,” urainya.
Iriansyah berharap Karhutla dan kabut asap di sumsel tetap terkendali, oleh karenanya kondisi ini akan tetap dijaga jangan sampai terjadi karhutla dan menyebabkan kabut asap.
(sofuan)
(erwan)

