Halosumsel.com-

Setelah sebelumnya anggota reskrim Polsek Lais berhasil menciduk dua perampok bersenjata tajam jenis golok dan kayu, di Jalan Village X Desa Tanjung Agung Selatan Kecamatan Lais Kabupaten Muba, pada tanggal 7 Juli 2015 silam, Sutaryono (34) dan Ego (36), kini jajaran ini kembali menangkap salah satu rekanannya lagi. Nusution (42), warga Dusun I Tanjung Agung Selatan Kecamatan Lais, Muba tak dapat berkelak setelah petugas menyergapnya di rumah.

Dibawah pimpinan Kapolsek Lais, Iptu Feryanto, penangkapan yang berlangsung alot itu, berujung butiran timah panas petugas dikaki kiri tersangka, karena mencoba perlawanan saat hendak dibawa ke kantor.

“Dua temannya, Sutaryono (34), sudah ditangkap pada (29/9) tahun 2015 lalu dan Ego ditangkap pada (11/5) tahun 2016. Kini keduanya, sedang menjalani hukuman dan yang masih buron tinggal LN (DPO),” urai Kapolres Muba, AKBP Julian Muntaha melalui Kapolsek Lais, Iptu Feryanto, Jumat (13/5), kemarin.

Mantan Kanit Opsnal Intel Satbrimob ini menjabarkan, aksi perampokan yang dilakukan tersangka tidak lain menghadang korban Surlina saat melintas dilokasi. Dengan bekal senjata tajam jenis golok dan kayu bulat, mereka merampas tas berisi uang tunai sebanyak Rp 2 juta milik korban.

“Peran Sutaryono memegang golok dan kayu bulat, sementara ego membawa golok dan menghadang motor korban, sedangkan Nasution hanya bertugas mengawasi situasi. Setelah motor berhenti, Sutaryono dan Ego mendekati korban. Kemudian mereka menarik tas. Tak henti disana, para tersangka ini juga meminta paksa sepeda motor yang dibawa korban. Atas ulahnya ini tersangka akan kami jerat pasal 365 KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara,” tutup Kapolsek Lais, Feryanto yang juga didampingi Kanit Reskrim, Ipda Efendi.

Ketika diwawancarai, tersangka mengaku terdesak karena butuh uang untuk makan keluarga.

“Saya tidak ada pekerjaan pak, sementara butuh makan. Kebetulan teman ‘ngajak’ dan dijemput di rumah, saya mau saja. Dari hasil rampok itu, saya mendapat bagian Rp 1,5 juta dan uangnya sudah habis untuk makan pak,” jelasnya tertunduk menahan sakit. (selfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *