Halosumsel-

Konsep trotoar wisata ini jelas Isnaini Madani merupakan konsep wisata dimana menjadikan trotoar atau pedestrian di sepanjang pinggiran jalan menjadi area wisata yang bisa dikunjungi baik itu masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang ke Kota Palembang. Tentunya pedestrian/trotoar tersebut bukan hanya berupa fisik saja. Melainkan ada aktivitas atraksi yang bisa dilakukan oleh para pelaku seni seperti atraksi pantomim, ngamen dan atraksi-atraksi yang bersifat unik dan khas sehingga orang menjadi tertarik untuk melihatnya.
“Kita ingin tiru Singapura dengan Orchad Road Trotoar dimana pedestriannya bukan hanya fisik tapi ada aktivitas diatasnya yang unik dan khas. Diatas pedestrian itu boleh ada aktivitas atraksi apa saja asalkan tidak merusak, tidak mengganggu ketertiban. Kita akan menjadikan trotoar Sudirman itu seperti panggung sanjang skala kota tempat orang melakukan atraksi. Tapi harus ada kesan Wow, unik dan khas,” ungkapnya.
Isnaini berharap konsep Trotoar Wisata ini dapat dikembangkan dan menjadi salah satu daya tarik wisata. Selain destinasi wista lainnya yang dimiliki oleh Palembang. Tentunya masyarakat Palembang sendiri juga ingin mendatangi kawasan lain selain pusat perberlanjaan modern yang ada. Untuk itu lah dibutuhkan pengembangan kawasan-kawasan yang dapat menjadi daya tarik masyarakat untuk mendatanginya.
Saat ini memang baru sebagian dari trotoar Jenderal Sudirman yang selesai dibuat pedestrian. Sedangkan untuk sebelahnya lagi sedang dalam tahap pembangunan. Dan bila sudah selesai konsep trotoar wisata bisa segera direalisasikan untuk kembali menghidupkan kawasan sepanjang jalan Jenderal Sudirman dimalam hari.
Bahkan dalam waktu dekat pihaknya kembali akan menggelar empat festival yang salah satunya akan digelar di pedestrian Jenderal Sudirman. Keempat Festival tersebut akan tergabung kedalam rangkaian Festival Palembang Tourism Art. Seperti Festival Mang Tomin Show, The China Paper atau Festival Lampion, Art Market atau Festival Pasar Seni, Festival Tiga Budaya.
“Nah Festival Mang Tomim Show inilah yang menjadi festival pembuka dan akan digelar di pedestrian Jalan Jenderal Sudirman. Festival ini akan digelar berbarengan dengan launching pedestrian tersebut oleh Walikota Palembang,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Palembang Lisa Surya Andika mengatakan dalam rangkaian festival Palembang Toursm Art nanti akan sebagai festival pembuka. Dimana dalam Festival Mang Tomim Show ini akan ada atraksi-atraksi yang dilakukan pantomimyakni dengan meniru gerakan-gerakan yang biasa dilakukan orang Palenbang diantaranya orang lagi membuat songket, orang lagi membuat pempek, anak-anak bermain layangan, orang lagi mendayung bidar.
“Tidak hanya berbarengan dengan launching pedestrian, Festival Mang Tomim Show ini digelar berbarengan dengan peringatan hari Pantomim Internasional yang diperingati setiap tanggal 22 Maret,” ulasnya.
Setelah itu jelasnya akan diikuti dengan Festival lainnya seperti Festival Lampion, Festival Pasar Seni dan Festival Tiga Budaya dimana mengkolaborasikan tiga kebudayaan yang ada di Palembang. Yakni budaya cina, arab dan melayu. Rangkaian festival tersebut akan ditutup dengan launching Palembang Tousm Art yang akan digelar di Bawah Jembatan Ampera.
“Palembang akan menjadi Kota Pertama yang mengembangkan konsep trotoar wisata ini. Karena untuk daerah lain diatas trotoar hanya ada aktivitas berjualan saja. Kita inginnya beda sehingga bisa menjadi daya tarik masyarakat selain menghidupkan kembali aktivitas sepanjang kawasan tersebut dimalam hari,” tutupnya ( Amelia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *