Peristiwa berdarah ini berawal dari anak korban, Hendri yang menyaksikan sendiri bahwa orang tuanya sudah bermandikan darah segar di kamar. Dengan luka bacok di sekujur tubuh, PNS yang tinggal tidak berjauhan dengan rumah korban meminta bantuan para tetangga.
“Saya mendapat kabar dari Ibu Suryati. Katanya, rumah orang tua saya gelap, sementara pintu dalam keadaan terbuka. Sesampainya di rumah, kedua orang tua saya sudah mandi darah,” jelasnya kepada petugas piket.
Sementara tetangga korban, Suryati menjelaskan sekitar pukul 18.00 WIB dirinya melihat rumah korban gelap gulita.
“Saya waktu itu mau ambil air wudhu. Saya lihat pintu rumahnya terbuka dan tidak ada cahaya lampu sedikitpun. Lalu, saya memanggil anak korban untuk mengecek apa yang terjadi di rumahnya. Belum juga melaksanakan sholat magrib, Hendri teriak histeris,” bebernya.
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SH SIk MH membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Anggota kami sudah melakukan olah TKP dan mengambil sidik jari kedua korban. Kini kami masih mencari bukti dan mengorek keterangan para saksi. Dugaan sementara korban dirampok dan dibunuh. Namun, kami akan terus dalami kejadian ini,” ungkapnya. (agustin selfy)

