Halosumsel.com-
Walau saat ini masih sering hujan turun, bukan berarti kebutuhan air bersih dari PDAM Tirta Betuah Betung itu tidak harus distop aliran airnya, bahkan sangat penting untuk keperluan memasak dan minum bahkan lebih diutamakan untuk keperluan mandi dan mencuci.
Dalam sebulan terakhir ini air bersih dari PDAM tirta betuah Betung sudah tidak betuah lagi karena sering tidak didapatkan lagi, terkadang satu hari ada mengalir beberapa saat saja, kemudian macet lagi hingga beberapa hari termasuk hari ini, tepaksa kami sering untuk mendapatkan air huna keperluan mandi dan mencuci harus rela menumpang disumur gali milik tetangganya, ujar Santosa (63) kepada wartawan media ini dikediamannya (27/3).
Warga Rt. 25 Lingkungan V kelurahan Betung Banyuasin mengaku kecewa tentang pelayanan petugas PDAM, karena pembayaran rekening prnggunaan air itu harus setiap bulan, tetapi para pelangganya kecewa akibat airnya jarang mengalir.
” Bagi pelanggan yang memiliki sumur gali masih bisa terpenuhi masalah kebutuhan, walau airnya tidak sejernih dari air PDAM, tetapi kalau tidak punya sumur gali dengan air PDAM sering tidak diakirkan semacam sekarang ini tentu banyak dirugikan dan kesalnya lagi masalah pembayaran rekening pemakaiannya terbilang mahal”, ucap Santosa dengan nada kesal.
Dikatakan Santosa, jika sampai Maret 2016 ini masih juga macet airnya, untuk rekening pembayarannya juga minta ditunda atau dibebaskan, masa tidak keluar airnya masih harus membayar, apa kita suruh membayar angin saja.
Pada saat pembayaran rekening dibulan lalu sebenarnya sudah kami laporkan dengan petugasnya dikantor PDAM Betung dan dijawabnya akan dioptimalkan airnya, namun buktinya sampai saat sekarang masih tidak berubah, bahkan selama tiga hari sampai sekarang ini masih belum mengalir, tegas Santosa sembari mengancam jika jadwal air PDAM masih tidak menentu pihaknya atas nama pelanggan yang satu jalur ini akan melayangkan surat kepada Bupati dan DPRD Banyuasin dan meminta agar Dirut PDAM Tirta Betuah cepat menyikapi kinerja bawahannya yang tidak memperdulikan nasib para pelangganya.(waluyo)

