Halosumsel.com-
Bagi pengendara yang melintasi jalan lintas timur dalam kota Pangkalan Balai yang juga sebagai pusat ibukota Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan ini tampaknya harus ekstra berhati-hati, Pasalnya disepanjang ruas jalan tersebut banyak hewan berkaki empat jenis sapi dan kambing turut berlalulang.
Dari pantauan dilapangan Jumat petang kemarin terlihat sekelompok sapi yang berada di sekitar komplek Masjid Agung Pangkalan Balai, yang diduga kuat oleh pemiliknya sengaja dilepaskan dan dibiatkan begitu saja tanpa ada pengawasan, akibatnya hewan berkaki empat tersebut hampir menabrak pengendara yang melintas.
Yang diherankan oleh semua pihak mengapa pemerintah baik dari Kelurahan, Kecamatan maupun dari petugas pelaksana perda Banyuasin tidak ada tindakan bahkan terkesan dilakukan pembiaran, untuk itu diharapkan supaya segera turun tangan mengingat Pangkalan Balai merupakan pusat ibu Kota kabupaten yang juga dibelah jalur lintas sumatera.
“Saya perhatikan kelompok hewan sapi di sekitar masjid Jumhuriyah ini sudah lama berkeliaran bebas tanpa ada pengawasan dari pemiliknya. Kalau dibiarkan seperti pengguna jalan bisa terganggu.”ungkap Prianto (45) Warga Pangkalan Balai kepada wartawan media ini beberapa saat yang lalu.
Ditambahkannya, sebenarnya gerombolan hewan sapi tersebut merupakan milik warga disekitaran pangkalan balai inilah, Namun oleh mereka tidak diawasi dan jumlahnya pun tidak sedikit lebih puluhan ekor, hanya saja berkelompok-kelompok.
“Kalau saya lihat kawanan sapi tersebut, masih milik warga disekitaran inilah dan bukan sapi liar, namun oleh pemiliknya sengaja diliarkan. Sebab Pangkalan balai tidak ada lahan pengembalaan untuk hewan berkaki empat mencari makan, padahal jumlahnya mencapai puluhan ekor setiap kelompoknya”, imbuhnya.
Diharapkannya, kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Intansi terkait seperti dari Dinas Pertamanan dan tatakota serta Polisi Pamong Praja (Pol-PP) selaku petugas pelaksana perda supaya bertidak tegas dan tidak bergaya mengenakan seragam dinasnya saja.
“Harapan saya sih kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk segera bertindak. Khususnya pihak Polisi Pamong Praja, Mereka salah satu intansi yang menjadi penegak perda dan yang bisa melakukan penertiban. Kan sayang sebagai pusat ibukota di Kabupaten Banyuasin jalannya dilewati oleh orang-orang jurusan Jawa-Sumatera, tetapi hewannya dibebaskan berkeliaran diruas jalan ditengah ibukota, ulasnya sedih.
Sementera itu, salah seorang pengguna jasa Jalintim di Pusat Ibukota Banyuasin, Rahardjo (40) yang mengaku Asal Bayung Lencir yang nyaris terjatuh menjadi korban karena seekor sapi menyrberang ruas jalan dan nyaris menabraknya.
Dia mengatakan, kaget saat sekelompok sapi itu ada salah satunya yang tiba-tiba berusaha menyeberang jalan hendak menuju secumpuk rumput yang ada disekitaran Masjid Agung.
“Duh kaget sekali pak. Untung saja saya jalanya agak pelan, andaikata menjalankan sepeda motor saya itu tadi agak kencang, bukanya saya pulang kerumah melainkan kerumah sakit”, ucapnya dengan nada cemas.
Lebih jauh menjeladkan, dirinya mengaku saat melintas dekat dengan sapi itu, tiba-tiba menyeberang dan dirinya hendak melaju dari arah Palembang mau pulang ke Bayung Lencir, sebenarnya sudah sering melihat setiap dalam perjalannya selalu ada beberapa ekor sapi tersebut berkeliaran. Namun baru hari ini dirinya hampir ditabrak hewan itu.
Menurutnya, keberadaan hewan berkaki empat tersebut sangat tidak pantas jika dibiarkan berkeliaran sampai berada dipusat Ibu kota Kabupaten seperti Pangkalan Balai ini.
“Saya rencananya mau pulang ke Bayung pak habis dari Palembang tadi. Sebenarnya sih saya sudah sering melihat kawanan sapi tersebut berkeliaran di depan Masjid Agung ini. Nah hari ini naas saya, hampir menjadi korban kecelakaan karena sapi itu. Ya tidak pantaslah kalau Pangkalan Balai sebagai pusat Ibukota Kabupaten Banyuasin masih banyak hewan berkaki empat berkeliaran. Dengan banyaknya kawanan sapi tersebut pastinya selain bisa membuat celaka bagi pengendara, juga membuat kondisi Pusat Ibukota ini tidak indah dipandang mata”, ujarnya.
Harapannya sebagai pengguna jasa jalan negara ini, kiranya kepada Pemerintah setempat untuk bisa menertibkan hewan yang berkeliaran di pusat kota tersebut. Sebab dikwatirkan bisa menyebabkan kecelakaan.
“Harapan saya sih kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin permasalahan ini segera turun tangan guna menertibkan kawanan sapi yang sengaja diliarkan itu. Sebelum sampai terjadi memakan korban jiwa “.(waluyo)

