Halosumsel.com-
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan sudah siap membangun kawasan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api. Bukan hanya itu, guna menunjang fasilitas, sarana dan prasarana, juga akan dibangun pelabuhan laut dalam (Deep Port Sea) yang terintegrasi dengan kawasan industri.hal ini diungkpkan Kepala Project Managemen Unit KEK TAA Regina Ariyanti saat melakukan pemaparan didepan menteri ESDM Sudirman Said di Pelabuhan TAA Minggu (20/3)
Dijelaskan Regina “Pelabuhan laut dalam ini akan memiliki kedalaman sekitar 25 kilometer,” ungkapnya
Pelabuhan laut dalam itu saat ini masih dalam proses feasibility study (FS). Nantinya, kata dia, pelabuhan laut dalam akan dibangun dengan sistem reklamasi.
Terkait dengan rencana pembangunan dan pengembangan KEK TAA, Regina menuturkan, saat ini masih dalam proses pembebasan lahan untuk 2.030 hektar lahan. Sistemnya bertahap, pembebasan dilakukan dengan tahap I seluas 217 hektar dengan dana Rp41 miliar tahun ini.
Penyelesaian pembebasan lahan untuk lokasi KEK TAA di-deadline hingga Juni 2016. Ia menyebutkan, berdasarkan PP No 51 tahun 2014 ada beberapa jenis industri yang bakal difokuskan ke KEK TAA.
Diantaranya industri pengolahan yang terdiri dari ban, sarung tangan, crumb reader. Lalu ada industri kelapa sawit yang terdiri dari oleochemical dan bio diesel. Selain itu juga ada industri petrokimia berupa gasifikasi batubara dan industri kimia (ethanol).
“Untuk investasi pembangunan kawasan mencapai Rp12,302 triliun, dan diperkirakan dapat mencapai Rp56,09 triliun hingga 2025,” beber dia.
Pihaknya berharap dengan adanya KEK TAA itu akan dapat menyerap tenaga kerja hingga 149.500 orang. Agar menarik investor yang hendak berinvestasi di Sumsel, pihaknya melengkapi dengan infrastruktur baik dari jalan, listrik, instalasi, pengolahan air bersih dan air limbah.
“Nantinya di KEK TAA saat ini eksisting ada kapasitas 2×30 mw. PLN siap pasok 800 MW, juga ada banyak perusahaan swasta yang ingin kembangkan pembangkit listrik,” tandasnya (sofuan)
