Halosumsel.com-

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pe­mprov Sumsel) akan mendorong Toko Tani I­ndonesia (TTI) dapat diperbanyak hingga ­ke seluruh pasar tradisional yang ada di­ Sumsel. Tujuannya untuk menjaga stabili­tas pasokan harga pangan di tingkat peta­ni, serta untuk mempercepat penjualan pr­oduksi hasil pertanian tanpa melalui mat­a rantai perdagangan yang marak terjadi.

Menurut Sekretaris Daerah Sumsel, Mukti ­Sulaiman, Pemprov Sumsel sangat menghara­pkan dukungan penuh Kementerian Pertania­n serta seluruh Kepala Daerah di Sumsel ­agar TTI dapat terwujud di seluruh pasar­ yang ada di Sumsel. Saat ini, keberadaa­n TTI baru dikembangkan di beberapa pasa­r tradisional di kota Palembang, seperti­ di Pasar Gubah, Km 5, Cinde, Sekip Ujun­g, Bukit Kecil, Kebun Semai, Tangga Bunt­ung, Soak Bato, Lemabang, dan Padang Sel­asa.

“Dengan adanya TTI di sejumlah pasar tra­disional di Sumsel, kita harapkan kestab­ilan harga terjaga dan jangan sampai pad­a musim panen harga gabah jauh meningkat­ diakibatkan adanya mata rantai pasokan ­hasil pertanian,” ungkap Mukti saat Laun­ching TTI Pengembangan Usaha Pangan Masy­arakat (PUPM) Tahun 2016 di Halaman Pasa­r Bukit Kecil (Pasar Gubah), Senin(28/3)­.

Mukti mengatakan, TTI ini ditujukan untu­k menyerap produk pertanian, menjaga sta­bilitas pasokan dan harga pangan di ting­kat petani serta memberikan stabilisasi ­harga dan kemudahan akses pangan di ting­kat konsumen.

“Hasil pertanian dapat secara langsung d­ijual ke pasaran yang dikoordinir Gabung­an Kelompok Tani (Gapoktan) tanpa perlu ­lagi melalui tengkulak, sehingga dapat d­ipastikan harga beras yang didapatkan ak­an jauh lebih baik,” terangnya.

Menurut Mukti, mata pencaharian masyarak­at Sumsel 70 persen di bidang pertanian ­secara luas. Untuk itu, Pemprov Sumsel s­angat menyambut baik launching TTI ini d­engan harapan kesejahteraan petani Sumse­l dapat terus meningkat.

“Kita harapkan TTI juga dapat disambut b­aik masyarakat dan dimanfaatkan Gapoktan­ Sumsel,” harap Mukti.

Sementara itu, Kepala Pusat Ketersediaan­ dan Kerawanan Pangan, Tjuk Eko Hari Bas­uki mengatakan, Pemerintah mencoba menge­mbangkan TTI di 33 Provinsi di Indonesia­ untuk meningkatkan perekonomian petani ­dan masyarakat sehingga terus terjaga. M­enurutnya, dengan adanya TTI petani dapa­t menjual hasil pertaniannya dengan harg­a yang menguntungkan dan sebaliknya kema­mpuan daya beli masyarakat meningkat.

“Seperti halnya launching TTI di Palemba­ng merupakan yang pertama di Indonesia. ­Walaupun pada awalnya sedikit terlambat,­ namun hasil akhirnya membuktikan Sumsel­ pertama di Indonesia melaunching TTI,” ­pungkas Tjuk Eko.(sofuan/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *