Halosumsel.com-
Menindaklanjuti penemuan mayat yang tergeletak di Jalan SMA Negeri 19 Jakabaring Kecamatan Seberang Ulu I pada Senin (17/10) pukul 07.15 WIB masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah) besar pihak Kepolisian, khususnya Polresta Palembang. Sampai saat ini Jajaran Reskrim Unit Pidana Umum (Pidum) Polresta dan Polsek Seberang Ulu I Palembang masih terus menyelidiki pelakunya.

“Dalam perkara tindak pidana ini kita tidak berlandasjan hanya satu TKP (Tempat Kejadian Perkara) saja, melainkan kita kaitkan dengan TKP 1, TKP 2 dan TKP 3, mengingat di TKP kita kekurangan informasi tapi kita tidak akan patah semangat. Mengenai adanya keterlibatan salah satu purnawirawan yang disebut-sebut, kami masih terus melakukan pendalaman. Yang pasti pelakunya adalah orang terakhir bertemu dengan korban,” jelas Kapolresta Palembang, Kompol Tommy Aria Dwianto SIk didampingi Kabag Ops Polresta, Kompol Andi Kumara SH SIk MSi, saat diwawancarai sejumlah wartawan.

Disinggung mengenai batas waktu dalam pengungkapan kasus ini, orang nomor satu di Polresta ini akan berusaha semaksimal dan secepat mungkin.

“Disini kami sudah membentuk tim khusus dan kami di back up Polda Sumsel. Kapolda juga sudah memerintahkan agar semua alat bukti yang ditemukan di TKP segera dibawa ke Laboratorium Forensik untuk diteliti, dimulai dari tali, bercak darah, kuku dan kulit korban. Kemarin juga kita sudah lakukan otopsi, kita sudah mengetahui prihal kematiannya hanya saja kita butuh waktu untuk mencocokan, keterangan satu dengan yang lain. Oleh karena itulah, kita tidak bisa menyimpulkan penyebab kematian ataupun motif kejadian ini, karena masih banyak dugaan-dugaan yang harus kita kumpulkan dan ungkap,” tutupnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Sri Ekawati (37) ditemukan tewas di Jalan SMAN 19 Jakabaring Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I pada Senin (17/10) pukul 07.15 WIB.

Dalam posisi tertelungkup, kepala ditutup dengan baju, hidung mengeluarkan darah, luka tusuk dua liang di bahu kiri, luka lecet di siku tangan kiri dan luka robek diantara jempol dan telunjuk, korban yang diketahui tercatat sebagai warga Jalan Robani Kadir Lorong Simpang Pipa RT 12 RW 04 Kelurahan Talang Puteri langsung dievakuasi Tim Identifikasi Polresta Palembang ke kamar jenazah RS Bhayangkara Palembang, Senin (17/10) pukul 07.15 WIB.

“Kondisi korban terluka memar dibagian wajah, bahu, tangan kiri dan dekat jempol. Tadinya kami belum mengetahui identitasnya, namun setelah dilakukan pemeriksaan melalui sidik jari, ternyata korban sudah berkeluarga, memiliki suami dan anak. Suaminya berkerja sebagai PNS dan tinggal di Simpang Pipa. Untuk penanganan lebih lanjut akan diselidiki unit reskrim,” ujar Kanit Identifikasi Polresta Palembang, Aiptu Agus Wijaya SPSi kepada awak media.

Dikatakan Agus, dari lokasi kejadian anggotanya menemukan sandal wanita berwarna putih keabu-abuan dan patahan kunci.

“Sidik jari dan sejumlah barang bukti yang kami anggap penting sudah kami sita untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Korban yang diduga merupakan korban perampokan ini masih menggunakan baju singlet coklat, celana leijing coklat dan baju hijau muda ini pertamakali diketemukan oleh saksi Rosida (41) warga Jalan Pendidikan RT 29 Jakabaring Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I.

“Kebetulan saya melintasi jalan ini. Melihat korban, saya meminta tolong warga sekitar,” tuturnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Seberang Ulu I Palembang, AKP Khalid Zulkarnain SIk mengatakan kalau korban merupakan korban laka lantas dan tidak sehat (gila).

“Itu korban laka Lantas dan sepertinya gila. Mengenai luka ditangannya, ya itu bisa saja akibat terjatuh,” ungkapnya ringan.

Terpisah suami korban, Sutriono (52) saat dibincangi di rumah sakit Bhayangkara menjelaskan, antara dirinya dan korban sudah berpisah.

“Memang sedikitnya sudah satu tahun terakhir ini saya tidak pernah bertemu dia,” singkatnya. (agustin selfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *