Halosumsel.com-

Aksi pungutan liar (Pungli) di sepanjang ruas Jalan lintas Timur Sumatera (Jalintimsum) mulai wilayah Lampung-Sumatera Selatan hingga Palembang-Banyuasin dan Musi Banyuasin bahkan sampai Jambi bikin resah para sopir angkutan barang yang saat melintasi baik itu dari arah Jambi yang hendak menuju Lampung maupun arah sebaliknya.

Yang para sopir kegeluhkan karena maraknya pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oleh oknum petugas berseragam baik di Pos-Pos Pantau dari Lampung hingga perbatasan Sumatera Selatan sampai Perbatasan Jambi.

Salah seorang sopir Fuso, asal Banyuasin sebut saja HR (38) kepada wartawan media ini (22/9) mengatakan, pungli yang dilakukan oleh oknum aparat itu sudah sangat meresahkan para sopir truk, pik up jenis Cold Diesel, dikenakan sebesar Rp.40-50 ribu untuk jenis L-300 berkisar Rp 20-30 ribu dan pik up Carry Rp.10 – Rp.30 ribu.

“Jumlah itu kami terpaksa bayarkan sesuai yang diminta oleh para oknum tersebut, hal itu yang membuat kami resah, karena saat itu kami mau menuju ke Lampung membawa barang, oknum-oknum tersebut meminta sejumlah uang yang tidak sesuai bagi kami para sopir, besarnya uang yang diminta oleh oknum itu juga tergantung berat atau tidaknya muatan yang kami bawa,” kata HR ( 38 ) yang mengaku diminta paksa Rp 300 ribu.

Ia menyebutkan dirinya sempat keberatan dipungli Rp 300 ribu oleh para oknum di Pos  KM 12, kecamatan Talang Kelapa Provinsi Sumsel itu.

“Daerah sendiri sudah tak aman lagi harus bagaimana kami mencari rezeki. Sekali-kali pak Kapolda Sumsel atau petinggi Polri turun kelapangan bila ada keluhan masyarakat seperti itu diungkap,” harap HR.

Hal serupa diungkapkan oleh sopir yang lain berinisial As (25) asal Kota Pangkalan Balai  Kabupaten Banyuasin bahwa aksi para oknum melakukan pungli yang ada di Pos dipintu gerbang perbatasan Palembang -Banyuasin selalu mengenakan jaket rompi, sehingga nama oknum yang melakukan pungli tersebut tidak terlihat.

“Kalau kami tidak berhenti diteriaki, bila kami tidak mau kasih uang, resikonya diancam atau ditilang. Iya mau tidak mau kami terpaksa kasih berapa yang diminta. Tapi, kalau terus-terusan begini, kami juga tidak akan tahan”, bebernya.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *