Halosumsel.com
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel berhasil merealisasikan rehabilitasi pencapaian target untuk pecandu narkoba sebanyak 2411 orang di tahun 2015. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNNP) Sumsel, Brigjen Pol Drs M Iswandi Hari SH MSi, didampingi Kabid Pemberantasan BNNP Sumsel AKBP Minal, dan Kabid Pencegahan BNNP Sumsel, Kusmaneti, Saat menggelar Coffe Break di ruang rapat BNNP Sumsel, Kamis (31/12/2015).
“Dari target 2431 sepanjang tahun ini pihaknya berhasil melakukan rehab terhadap pecandu narkotika yang telah tercapai sebanyak 2411, Dimana dari jumlah yang dicapai tersebut 100 pecandu narkoba yang datang langsung untuk direhab, Untuk soal target ini tercapai, Kita rasa berhasil mencapainya dikarenakan berkat dukungan seluruh elemen masyarakat Sumsel, dan juga peran penting dari orang tua sang pecandu sendiri agar anaknya bisa direhap dan lepas dari jeratan narkoba,” katanya.
Masih dikatakan Jendral bintang satu ini, Di tahun 2015 sebanyak 39 kasus LKN (Laporan Kejadian Narkotika) telah diselesaikan, Yang mana ada 54 tersangka terdiri dari 46 pria dan 8 wanita, Bahkan disepanjang tahun ini pihak nya telah menggelar razia dengan langsung melakukan test urine diberbagai tempat hiburan malam yang berada di kota palembang, Kos-kosan serta 22 instansi pemerintah ataupun swasta yang bersedia dilakukan test urine bagi pegawainya.
“Untuk kegiatan rutin ini, Kita berhasil mengamankan 4073 orang, Dimana dari jumlah keseluruhan yang diamankan itu, 719 orang urinenya positif,” pungkasnya.
Diketahui dari data base BNNP Sumsel, Indonesia saat ini darurat narkoba dikarenakan dampak dari penyalagunaan narkotika sehingga menyebabkan angka kematian mencapai 12.044 orang telah meninggal dunia (33 persen perhari) dilihat dari jenis kelamin bagi pengguna narkoba untuk pria berjumlah 74,5 persen dan wanita sebanyak 25,49 persen,Bahkan untuk pecandu narkoba dari kalangan pekerja berkisar 50,34 persen dan 27,32 persen dari kalangan pelajar atau mahasiswa serta sisanya orang yang tidak memiliki pekerjaan berjumlah 22,34 persen. (Hermansyah)

