PALEMBANG,Halosumsel- Salah satu Caleg DPRD kota Palembang dari Dapil Palembang I dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Achmad Nawawi tak mempermasalahkan di Dapilnya akan dilaksanakan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) di 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Soal PSL gak masalah, kita tetap optimis nanti kursi kembali kita dapat, ” kata Achmad Nawawi, Senin (19/2/2024).
Dijelaskan Nawawi yang saat ini masih menjabat anggota DPRD Palembang dari Dapil Palembang I, raihan suara yang didapatnya sudah jauh meninggalkan kandidat lain.
“Pastinya jarak kami dari Caleg lain jauh, apalagi 2 TPS yang melaksanaan PSL basis kami juga,” tandanya.
Ditambahkan Nawawi, dalam PSL nanti diharapkan berlangsung lancar dan tidak ada hambatan, dan pihaknya akan mengawalnya.
“Pastisnya berdasarkan suara rekap kita sudah unggul, dan kita akan siapkan saksi internal tim keluarga mengawal PSL, ” pungkasnya.
Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan melaksanakan Pemilihan Suara Lanjutan (PSL) di kota Palembang, mengaku pesimis pemilih yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) akan ikut pencoblosan.
Menurut Ketua KPPS TPS 27, kelurahan sungai Lais kecamatan Kalidoni, Rika Amelia mengatakan dilingkungan TPS 27 sendiri ada sebanyak 253, yang akan mengulang pencoblosan surat suara pada tingkat DPRD Sumsel.
Dimana saat Pemilu 14 Februari lalu, ada kekeliruan surat suara DPRD Sumsel untuk dapil 1 tertukar menjadi dapil 2.
Meski siap melaksanakan PSL di tempatnya, Rika mengaku tidak yakin semua DPT yang ada, akan menggunakan hak pilihnya kembali mencoblos ulang, karena pelaksanaan PSL dilakukan bukan diwaktu libur.
“Ditempat kita banyak yang bekerja di Sungai Baung dan Kembali ke Jalur. Mereka bekerja, kalaupun kemarin, bisa mencoblos karena itu merupakan hari libur nasional. Sedangkan untuk hari Sabtu dan Minggu, kemungkinan untuk balik lagi agak sulit, biasanya mereka bekerja tiga minggu dan 1 minggu libur,” ucapnya.
Ditambahkan Rika, kalaupun dilaksanakan PSL, ia pesimis semuanya dapat ikut mengulang pencoblosan tersebut.
Mengingat di hari H saja, ada sebanyak 40 DPT yang tidak menyalurkan aspirasi mereka lantaran bekerja diluar kampung.
“Jadi dari 253 pemilih yang ikut mencoblos hanya sebanyak 213 saja. Sisanya 40 orang tidak ikut memilih lantaran mereka bekerja diluar,” paparnya, seraya logistik tetap dapat nantinya.
Sementara, Ketua KPU Provinsi Sumsel Andika Pranata Jaya mengungkapkan untuk persiapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan PSL di Sumsel, ada di 3 daerah yaitu Kota Palembang, Musi Banyuasin (Muba) dan Musi Rawas Utara (Muratara).
“Untuk PSU dan PSL, ada tempat yaitu di Muba 1 TPS (21 Februari), Muratara 1 TPS (22 Februari) dan PSL ada di Palembang. PSU sudah dikeluarkan rekomendasi teman- teman Bawaslu kemudian PSL akan kami lakukan 23 Februari nanti, ” jelasnya.
Selain di daerah itu, jajaran KPU juga saat ini masih melakukan pendataan apakah ada beberapa daerah lain yang terindikasi kedepan untuk PSU dan PSL lainnya.
“Untuk logistiknya, kami punya surat cadangan yang sudah kami siapkan, masing-masing surat suara ada seribu, Muratara, Muba sudah siap tinggal menggelar. Kami mengundang lagi pemilih, dan kami menyiapkan KPPS untuk menyiapkan TPSnya, ” capnya.
Ditambahkan Andika, untuk petugas KPPS di TPSnya nanti dipastikan masih petugas lama, bukan yang baru.
“Untuk diketahui KPPS itu bertugas 25 Januari hingga 25 Februari, jadi dia masih dalam rangkaian satu bulan pekerjaannya, dan KPPS masih ditugaskan pemungutan suara. Nah untuk logistik TPS seperti tenda dan konsumsi nanti kita siapkan, ” tegasnya.
Disisi lain, untuk surat suara yang akan digunakan nanti, untuk kota Palembang pihaknya sedang koordinasi dengan KPU RI untuk penambahan ketersediaan, surat suara untuk PSL.
“Palembang itu untuk surat suara DPRD Palembang dan DPRD Sumsel dapil I, dan II, sekarang sedang dimintakan kekurangan surat suara. Sedangkan PSU di Muba terindikasi coblos lebih satu kali termasuk di Muba, ” pungkasnya.
Sofuan

