Palembang,Halosumsel- Terkait aksi yang digelar oleh puluhan mahasiswa Universitas Sjakyakirti Palembang untuk meminta Pihak Yayasan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dalam Universitas Sjakyakirti bertempat di Lapangan Universitas Syakakirti Palembang, Selasa (24/12/2025).
Koordinator lapangan Muhammad Furkon Afillha Ramadhan menyampaikan bahwa ada tiga poin tuntutan yang diajukan dalam aksi hari ini, yaitu penyelesaian konflik dualisme kepemimpinan yang ada di Universitas Sjakyakirti, dan memastikan bahwa kegiatan akademik mahasiswa berjalan dengan lancar dan normal, kemudian menjamin serta memperjuangkan akreditasi Universitas Sjakyakirti tidak menurun dari sebelumnya.
“Kami khawatir dengan adanya dualisme kepemimpinan tersebut dapat mengganggu aktivitas akademik dan kegiatan mahasiswa sehingga dapat menghambat pelajaran, tidak dapat melakukan bimbingan skripsi serta terancamnya tidak dapat mengikuti simpru, yudisium dan wisuda,”, jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa dengan adanya dualisme kepemimpinan ini cukup menggangu aktivitas cukup meresahkan mahasiswa namun, saat ini para mahasiswa masih bisa belajar tapi untuk bimbingan tidak bisa lagi.
“Pihak kampus tadi telah menjamin untuk menyelesaikan permasalahan ini, dan kami selaku aliansi mahasiswa Universitas Sjakyakirti masih menunggu sampai tanggal 30 Desember 2024 bagi pihak Universitas untuk menyelesaikan permasalahan ini”, tukasnya.
Menanggapi aksi tersebut, PJ Rektor Universitas Syakakirti Dr., Ir., Nur Ahmadi Ms., yang didampingi oleh Ketua I Yayasan Universitas Sjakyakirti Suzan Agustri MTI., PJ Wakil Rektor II Universitas Sjakyakirti Citra Imelda SH., MH., menuturkan bahwa hal ini adalah sesuatu yang wajar dan hanyalah bentuk dari kegalauan dari para mahasiswa Universitas Sjakyakirti.
“Kegiatan mahasiswa ini hanyalah ungkapan kegalauan mereka dengan mendapatkan isu tentang adanya dualisme dan lain sebagainya, wajar jika mereka bertanya. Tapi kita sudah menjelaskan tidak ada yang namanya dualisme kepemimpinan di Universitas Sjakyakirti, perkuliahan tetap berjalan dengan baik tidak ada yang terganggu, serta pelayanan akademik berjalan dengan baik tidak ada kendala”, ucapnya.
“Buktinya jika ada dualisme, ruang rektor hanya satu dan itu hanya saya yang tempati, mobil dinas rektor juga saya yang pakai, malah rektor yang lama menyerahkan langsung ruang rektor tersebut”, tambahnya.
Nur Ahmadi juga mengungkapkan bahwa ketakutan dari para mahasiswa yang tidak dapat yudisium, wisuda dan lain sebagainya, dirinya menjamin para mahasiswa akan dapat melaksanakanya.
“Saya jamin pelayanan akademik tetap berjalan dengan baik tidak ada kendala, bahkan layanan akademik itu sudah ada di dalam handphone mereka masing masing dan memiliki akun sendiri serta password masing masing, dan juga saya jamin untuk perkuliahan akan berjalan dengan baik tidak akan terganggu, untuk masalah bimbingan skripsi, yudisium, wisudan dan lainya, itu kan masih lama, nanti mereka akan mengahadapi Ujian Akhir Semester (UAS) jadi silahkan belajar dulu, masalah akreditasi, itukan sudah bagian program Studi yang lebih berkompeten dalam hal itu, artinya untuk akreditasi diupayakan berhasil dengan predikat baik. tegasnya.
“Saya menghimbau kepada para mahasiswa Universitas Sjakyakirti agar jangan ragu, teruslah belajar sesuai dengan kapasitasnya sebagai mahasiswa, dan ikuti apa yang dikatakan oleh dosen dan aturan Universitas, saya pastikan dan saya jamin tidak ada dualisme kepemimpinan di Universitas Sjakyakirti, dan perkuliahan berjalan baik-baik saja tidak akan terganggu serta pelayanan akademik berjalan baik tidak ada kendala”, tutupnya. (DM).

