PALEMBANG,Halosumsel – Rasa sedih dan trauma mendalam, Kamis (20/7/2023) pagi, menyelimuti warga korban kebakaran Lorong Unglen Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus Palembang.

Peristiwa amukan sijago merah, yang terjadi dikawasan padat pemukiman, Rabu (19/7/2023) pukul 09.00 Wib, membangkitkan rasa trauma ratusan warga yang bermukiman disana.

Tepatnya tahun 2002 lalu, tragedi amukan si jago merah masih membekas yang meluluhratakan puluhan rumah ditempat tersebut.

“Takut nian kami dengan kebakaran ini, dulu pernah terjadi yang menghabiskan seluruh rumah warga disini,” kata Musmulyadi warga setempat.

Mus, tidak bisa membayangkan jika amukan si jago merah itu tidak bisa dikendalikan.

Dibenaknya terbayang rumah rumah warga yang baru dibengun kembali itu akan kembali menjadi arang.

Untunglah, warga dan petugas kompak berjibaku memadamkan api, setelah hampir 2 jam kobaran api melahap 18 rumah yang dihuni puluhan Kepala Keluarga (KK)

“Memang saar api berkobar disertai angin yang kencang, sehingga dengan mudah melahap rumah yang ada dipingir sungai,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda yang datang secara langsung dilokasi kebakaran, sangat merasakan trauma warga setempat yang terlihat duduk diperkarangan rumah masing masing sambil yang tidak terkena api.

Beda halnya warga yang langsung terdampak, masih belum bisa menyembunyikan kesedihan yang mendalam.

“Ini kategorinya bencana Nasional, oleh karena itu kami berharap kepada Pemerintah Pusat dan juga Provinsi untuk turut membantu korban-korban kebakaran ini,” kata Fitrianti.

Fitri merincikan , saat ini telah tercatat sebanyak 150 kasus kebakaran terjadi sejak awal tahun 2023 hingga saat ini.

“Dan hari ini merupakan musibah terbesar di tahun 2023 dengan kategori bencana nasional yakni diatas 10 rumah,” jelas Fitri.

Wakil Walikota Palembang dua periode itu juga mengungkapkan, bahwa pihaknya akan segera melakukan rapat koordinasi bersama PLN, Damkar, Basarnas serta instansi lainnya terkait sosialisasi kepada masyarakat terhadap tindakan yang harus dilakukan saat menghadapi bencana kebakaran.

“Kalau memang memungkinkan, potensi-potensi penyebab kebakaran dapat kita perkecil. Untuk penyebab kebakaran kali ini masih belum dapat kita sampaikan, karena dari pihak kepolisian masih dalam penyelidikan,” tungkasnya.**