Halosumsel.com-
Akses jalan Kabupaten dalam wilayah Kecamatan Tungkal Ilir yang merupakan urat nadi transpotasi darat masyarakat Desa didalam kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin Sumsel kini kondisinya kian hari kian memprihatinkan, Pasalnya, ruas jalan utama sepanjang lebih 10 Km itu selama ini belum pernah ada dilakukan pengeras, padahal diawal masa jabatan Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian memimpin pernah berjanji langsung dihadapan ribuan warga yang dikantor Camat saat melakukan pelantikan Kades dan Pengurus BPD.
Namun buktinya hingga saat ini janji itu tinggal janji saja dan realisasinya belum dapat dipastikan bahkan kini warga setiap melakukan aktipitasnya harus siap berkubang dengan lumpur, terang Madi kepada wartawan (31/5) petang tadi.
Yang mengaku sebagai warga Keluang ini dalam perjalananya terpaksa harus siap mengantri, karena ruas jalan utamanya trlah dipenuhi pengendara baik R2 maupun kendaraan angkutan barang yang terjebak dan harus berkubang dalam lumpur.
Ironisnya lagi ada beberapa unit mobil dump truk yang sarat dengan bermuatan buah sawit terbenam sehingga jalan menjadi macet total dan tidak ada tindakan nyata dari pihak dinas terkait untuk membuka akses jalan itu supaya menjadi lancar.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Teluk Tenggulang, Wagino (65) menjelaskan bahwa saat ini jalan akses dari kabupaten menuju kekecamatan Tungkal Ilir benar-benar rusak parah.
“saat ini jalan kami putus total karena lumpur, walaupun sudah di bantu oleh perusahaan upaya dari Bapak Camat Tungkal Ilir Arifin Nasution, namun belum membuahkan hasil dan tidak begitu maksimal karena kerusakanya sudah terlanjut berat”, terangnya.
Dikatakanya, dari unsur tokoh masyarakat yang ada di tungkal ilir sangat prihatin dengan melihat kondisi jalan yang ada saat ini, meski telah berupaya melakukan perbaikan jalan ini dengan melibatkan seluruh masyarakat dan perusahaan yang ada yang langsung dipimpin bapak camat, tapi apalah daya kemampuan terbatas untuk kegiatan ini.
“kami hanya berharap kepada pemerintah kabupaten Banyuasin melalui Dinas PUBM mau membantu masyarakat kami untuk memperbaiki akses jalan ini agar masyarakat kami bisa mengeluarkan hasil buminya dengan lancar”, ujarnya
Terpisah Kepala Desa Teluk Tenggulang, Arfandi kepada awak media membenarkan bahwa jalan akses yang buruk saat ini juga berdampak kepada pembangunan Desa seperti pembangunan DID dan lainya.
“Ya memang benar akibat buruknya kondisi jalan saat ini berpengaruh juga pada pembangunan didesa karena untuk pelaksanaan pembangunan jadi terhambat karna tidak bisa memasukan material dari luar”, imbuhnya.
Dari itu lanjut dia atas nama warga dirinya berharap ada solusi terbaik dari pemerintah dan DPRD Banyuasin. “saat ini kami berharap pemerintah Banyuasin dapat memberikan solusi terbaik bagi kami khusnya warga tungkal ilir”, ungkapnya.
Senada dikatakan Kepala Desa Sido Mulyo, Sudar mengakui untuk saat ini aktipitas warganya mengalami benar-benar lumpuh karena jalan penuh dengan lumpur.
“yah kami tidak dapat kemana-mana karena jalan kami sudah kubangan yang penuh dengan lumpur”, tandasnya. (waluyo)

