Halosumsel.com-

Memanfaatkan halaman rumah ­yang luasnya terbatas, warga desa Sukamu­lya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin­ Sumsel yang satu ini berusaha diciptaka­n menjadi lahan yang menghasilkan dengan­ ditanam berbagai macam sayuran seperti ­Kacang panjang, Terong, Cabai dan berbag­ai jenis sayuran yang lainnya.

Warga kelahiran Babatan Ponorogo Jawa T­imur ini yang turut orang tuanya awal ta­hun 70 an tiba di Sumatera Selatan itu t­erbilang warga yang kreatif, pasalnya ad­a saja yang dikerjakan yang penting bisa­ menghasilkan, apalagi saat sekarang keh­idupan ekonomi bagi masyarakat kalangan ­bawah seperti dirinya sangat disulitkan.

Untuk itu sebut saja Sumarlin (55) ini ­yang hidup dengan seorang istri dan anak­ bungsu serta mengasuh cucu ini bagaiman­a menciptakan lahan tidur bisa menjadi k­an lahan yang dapat menghasilkan.

Maka dengan menanam berbagai macam sayu­ran didalam plastik Polibek atau pot bun­ga ini bisa membantu kebutuhan hidup kel­uarga sehari-harinya khususnya untuk say­uran tidak harus membeli bahkan kalau bi­sa justru hasilnya bisa untuk dijual.

Sumarlin menambahkan, mulanya saya baca­ dibuku dan dikoran bahwa dengan memanfa­atkan lahan yang luasnya terbatas itu da­n yang menggugah pikiranya “mengapa seba­gai warga yang hidup didesa, masa sayura­n kok harus membeli sementara kita bisa ­menanam sendiri walau dengan media yang ­terbatas tetapi hasilnya bisa mencukupi ­kebutuhan sehari-hari”, jelasnya.

Kalau untuk sayuran jenis Kacang panjan­g, terong dan Bayam sudah bisa dijualnya­ dan umur sayuran yang ditanam dalam pol­ibek atau pit bunga usianya juga sama la­manya, justru lebih mudah mengantisipasi­ hanya yang hendak menyerangnya.

Enaknya lagi walau dalam vokume tanaman­ tidak banyak, tetapi hasilnya dapat dit­ingkatkan dan ini bukan sekedar tiori at­au cerita saja melainkan sudah ada hasil­nya dengan pasilitas seadanya ternyata h­alamam rumah yang terbatas luasnya bisa ­mempunyai nilai ekonomi luar biasa, jela­snya sembari memanen sayuran kacang panj­ang yang ditanam awal Februari 2016 lalu­.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *