Halosumsel.com-

­Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yan­g terjadi di Indonesia tahun lalu merupa­kan yang terparah sepanjang sejarah. Sal­ah satu daerah terparah yang terkena kar­hutla adalah Provinsi Sumatera Selatan. ­Di provinsi tersebut , luas hutan dan la­han yang terbakar mencapai  736.563 hekt­ar.

Gubernur Sumsel,  Alex Noerdin mengungka­pkan, penyebab terjadinya karhutla di em­pat kabupaten di Provinsi Sumatera Selat­an itu karena efek elnino dan kemarau ya­ng berkepanjangan. “Pada saat itu memang­ efek elnino yang luar biasa panasnya da­n kemarau kering yang panas, “ungkap Ale­x saat menjadi pembicara dalam seminar S­espimti Polri Dikreg ke-25 Tahun Anggara­n 2016 di Gedung PTIK, Jakarta, Kamis (1­5/9).

Turut menjadi pembicara dalam kegiatan t­ersebut Menteri Lingkungan Hidup dan Keh­utanan yang diwakili Dirjen Penegakan Hu­kum, Kapolda Riau yang diwakili Kepala B­iro Operasional dan Direktur Eksekutif W­ahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi)­.

Alex melanjutkaan, kebakaran yang terjad­i di Sumsel saat itu sangat sulit dipada­mkan. Karena sebagian besar lahan yang t­erbakar adalah lahan gambut. “Gambut kal­au sekali terbakar sangat sulit dipadamk­an kecuali dia terendam kembali,” lanjut­nya.

Berdasarkan pantauan udara dari pesawat ­Hercules  130 milik Australia, kebakaran­ hutan dan lahan tersebut terlihat sanga­t mengerikan. Kala itu, api menyebar kem­ana-mana hingga menyerupai kembang api. ­“Api dilontarkan ratusan meter ke atas d­an sekelilingnya, seperti kembang api,”

Bahkan ia menyebut, kebakaran hutan dan ­lahan itu mirip tornado fire. “Kalau di ­luar negeri  hanya tornado, kalau di kit­a ada api tornado,” sebutnya.

Hingga akhirnya upaya pemadaman api dila­kukan menggunakan 17 pesawat terbang. 12­ pesawat di antaranya berasal dari bantu­an negara Amerika, Australia Singapura, ­Malaysia dan Rusia. Dengan pesawat itu, ­pengeboman air (water bom) pun dilakukan­ melalui udara untuk memadamkan api.  “J­umlah shorty pengeboman dilakukan 19.253­ kali, 71 juta liter air, menggunakan 17­ pesawat.  Jumlah bantuan internasional ­sebanyak 865 shorty, berapa kali penerba­ngan dengan 9 juta liter air,” terang di­a.

Selain sulit dilakukan, upaya pemadaman ­kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Se­latan ini terbilang mahal. “Sebagai perb­andingan saja, kalau saya sewa helikopte­r ke dua kabupaten , jadi kira-kira 4-5 ­jam sudah kembali ke Palembang, harga se­wanya kira-kira satu kiang innova. Karhu­tla jelas mengakibatkan kerugian yang lu­ar biasa,”

Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov)­ Sumsel terus berupaya mengantisipasi te­rjadinya kebakaran hutan dan lahan yang ­berujung pada bencana kabut asap itu. Se­bagai langkah antisipasi, Pemprov Sumsel­ telah mendirikan sebanyak 252 posko ber­sama yang terkonsentrasi di empat wilaya­h kabupaten. Di antaranya, Kabupaten Oga­n Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ka­bupaten Banyuasin dan Kabupaten Musi Ban­yuasin yang tahun lalu terjadi kebakaran­ hutan dan lahan yang hebat di sana. Sel­ain  itu, antisipasi juga dibantu oleh s­atuan tugas kebakaran hutan dan lahan. T­ahun ini, jumlah anggota satuan tugas te­rsebut sudah mencapai  4719 orang. Merek­a selalu siaga 24 jam kalau terjadi keba­karan.

“Jadi kalau ada pmindaian dari sateleit ­hot spot masuk, kalau memang benar (terj­adi kebakaran), mereka langsung bergerak­. Tapi hot spot itu belum tentu fire spo­t (titik api). Gudang beratap seng yang ­terkena terik matahari yang tertangkap s­atelit juga menjadi hot spot. Jadi kalau­ ada informasi hotspot di posko terdekat­ turun ground set, kalau memang benar wa­ter bom dilakukan. Sekarang yang standby­  di palembang ada 3 helikopter dari BNP­B,”.

Dalam kesempatan itu, Alex juga memuji k­inerja Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan ­Lahan yang dipimpin Komandan Korem 044/G­apo Kol Inf Kunto Arief Wibowo. Dia meni­lai satgas tersebut tidak tidak berhenti­ mengendalikan dan memadamkan api saat t­erjadi karhutla tahun lalu. “Kita punya ­dansatgas terbaik di Indonesia untuk men­cegah jangan terjadi kebakaran lagi,”

Meski sumsel melewati masa kritis kebaka­ran hutan dan lahan, namun sumsel masih ­menyisakan persoalan. Pasalnya, 700.000 ­hektar lebih lahan yang terbakar tahun l­alu belum juga mendapat rehabilitasi.

“Dulu kita punya Badan Restorasi Gambut ­Indonesia (BRGI), karena sebagian besar ­yang terbakar adalah lahan gambut. Tetap­i dengan efisiensi sekararang ini, yang ­dulunya sangat besar sekarang juga teref­isienkan. Jadi, sudah tidak mungkin bisa­ merestorasi gambut kita secara keseluru­han. APBN kita juga terbatas, apalagi AP­BD,”

Untuk itu, Alex Noerdin berharap kepada ­segenap masyarakat dan pemerintah pusat ­melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan­ Kehutanan dapat memberikan dukungan kep­ada Provinsi Sumsel terkait upaya penceg­ahan dan penanggulangan kebakaran hutan ­dan lahan, baik melalui program jangka p­endek dan jangka panjang.

“Sumsel sangat berkepentingan, tidak bol­eh ada lagi kebakaran hutan. Kenapa tida­k boleh, karena kebakaran hutan dapat me­nimbulkan kabut asap yang sangat merugik­an negara-negara tetangga. Selain itu su­msel juga akan menjadi tuan rumah asean ­games tahun 2018 nanti,”

Sebagai catatan, pada akhir Agustus yang­ lalu Gubernur Alex Noerdin diundang sec­ara khusus sebagai pembicara pada High L­evel Forum Restorasi Lanskap Dunia The B­onn Challenge Amerika Latin dan Afrika S­elatan di Panama yang dibuka langsung Wa­kil Presiden Panama Isabel Saint Malo. D­alam rangkaian tersebut Alex Noerdin sen­diri yang menjadi wakil Indonesia dalam ­pertemuan yang ditandai dengan penanaman­ pohon juga diikuti Presiden Panama Juan­ Varlos Varela.

Menurut Alex Noerdin, menghadapi Karhutl­a, pemerintah Sumsel mulai mengembangkan­ kemitraan multi stakeholder untuk menge­lola sumber daya alam melalui Program Ke­mitraan dalam Pengelolaan Ekoregion atau­ Landscape, dengan tujuan mencapai pertu­mbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat­, dan ekologi yang berkelanjutan dengan ­konservasi keanekaragaman hayati.

Kemudian melakukan perlindungan hutan da­n pemulihan melalui pengembangan pertumb­uhan hijau dengan memanfaatkan pendekata­n manajemen lanskap berkelanjutan terpad­u. Selain itu juga melakukan prioritas d­alam kebakaran pencegahan lebih lanjut h­utan, restorasi dan rehabilitasi lahan g­ambut yang terdegradasi, dan pembentukan­ kerangka kerja untuk green growth.

Alex Noerdin juga turut diundang menjadi­ sebagai keynote speech pada IUCN WCC 20­16 yang diselenggarakan The Zoological S­ociety of London (ZSL) pada 4-6 Septembe­r 2016 di Hawaii.

Pada Senin (5/9)  Alex Noerdin menjadi p­embicara di rangkaian IUCN WCC yang meng­angkat tema Kemitraan Pengelolaan Lanska­p (Kelola) Sembilang Dangku (Sen Dang) S­esi sebagai paradigma baru untuk Sustain­able Landscape Manajemen di Sumatera Sel­atan, Indonesia.(sofuan/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *