Halosumsel.com-
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera selatan telah lama mensinyalir kurangnya pasokan cabai untuk wilayah sumsel dikarenakan banyak cabai dari beberapa kabupaten kota dipasok ke luar sumsel. Hal ini disampaikan langsung oleh Kadis Disperindag Sumsel, Permana.
Menurutnya Pemprov Sumsel bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID) Sumsel sudah melakukan operasi pasar saat harga cabai melambung di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Cinde, Pasar Lemabang, Pasar KM5, Pasar Sekanak dan Pasar 16 Ilir Palembang.
Selain itu, pihaknya bersama instansi lainnya tengah berupaya agar hasil produksi cabai yang ada di kabupaten/kota di Sumsel dapat dipasok ke Palembang atau seputar Sumsel.
Ditambahkannya Selama ini, disinyalir cabai dari Sumsel seperti dari Lubuklinggau, Banyuasin, Musi Rawas dan Pagaralam banyak dijual dan dipasok ke luar Sumsel, terutama Jakarta.
Padahal, Sumsel sendiri sangat membutuhkannya. Sumsel pun sampai saat ini masih ketergantungan dengan pasokan dari Pulau Jawa.
“Produksi cabai di Sumsel tidak besar. Parahnya disuplai ke Jakarta. Padahal kita sendiri membutuhkannya. Ini yang sedang kami upayakan agar petani lebih mengutamakan distribusi di dalam daerah sendiri,” beber Permana. (waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *