Halosumsel.com-
Kodam II/Swj, Jum’at (30/9/2016) usai Sholat Magrib berjamaah menggelar do’a bersama, pembacaan Surat Yassin dan Tahlil untuk mengenang gugurnya 7 Pahlawan Revolusi akibat kekejaman PKI, yakni Letjen A. Yani, Mayjen S. Parman, Mayjen Soeprapto, Mayjen M.T. Harjono, Brigjen TNI Soetojo Siswomihardjo, Brigjen D.I Panjaitan dan Lettu Piere Tendean, bertempat di Masjid Raudatul Ulum, Makodam II/Swj Palembang.
Doa bersama ini diikuti sekitar 250 jamaah, diantaranya tampak hadir Pangdam II/Swj Mayjen TNI Sudirman S.H.,M.M., Kasdam II/Swj Brigjen TNI Marga Taufiq S.H.,M.H., para Asisten dan Kabalak Kodam II/Swj, para purnawirawan TNI AD yang hadir diantaranya Mayjen TNI Purn Syahrial BP Peliung, para prajurit dan PNS Kodam II/Swj serta masyarakat di sekitar Makodam II/Swj.
Acara tahlil dan do’a bersama ini dimaksudkan untuk mengenang kembali Tragedi Nasional gugurnya para Pahlawan Revolusi pada Peristiwa Pengkhianatan PKI pada tanggal 1 Oktober 1965 dini hari, 51 tahun silam. Selain itu, juga dimaksudkan untuk menggugah kewaspadaan dan kesadaran kita semua, terhadap kekejaman yang telah dilakukan PKI terhadap bangsa Indonesia, khususnya para keluarga korban Pahlawan Revolusi, sehingga tidak terulang kembali.
Pangdam II/Swj Mayjen TNI Sudirman SH, MM dalam sambutannya sebelum pelaksanaan doa bersama menyatakan bahwa dalam catatan sejarah Indonesia, PKI telah berulangkali melakukan pemberontakan dan pengkhianatan terhadap pemerintah yang sah serta ingin mengganti ideologi Negara Pancasila dengan ideologi Komunis.
Upaya-upaya untuk membangkitkan kembali paham komunis, menurut Mayjen TNI Sudirman SH, MM perlu terus diwaspadai, karena upaya dan gejala-gejala itu masih ada, dengan melakukan metamorfosa dan penetrasi ke segala lini bidang kehidupan masyarakat seperti membentuk opini dengan menerbitkan buku sesuai kisah masing-masing, penyebaran simbol atau lambang komunis di tempat-tempat umum, penyebaran melalui pamflet-pamflet, melalui situs internet dan diskusi-diskusi terbuka serta berupaya menyusupkan kader-kadernya ke semua lini kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Lebih lanjut dikatakan bahwa sebagai ideologi, paham komunis tidak akan pernah mati. Oleh sebab itu, kita semua menurut Pangdam II/Swj harus selalu waspada terhadap upaya-upaya yang ingin mengembangkan kembali ideologi komunis di bumi Nusantara ini.
“Sebagai bangsa yang besar dan telah memantapkan diri untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah Negara, maka Pancasila harus terus membumi dan tetap menjadi pegangan untuk menata bangsa ini menjadi lebih baik”, pungkasnya.(sofuan/rel)
