Halosumsel.com-
Misteri pembunuhan yang terjadi di Jalan SP 1 Kecamatan Kikim Barat Kabupaten Lahat pada 11 Juni 2016 kemarin, terungkap sudah. Pelaku pembunuhan berencana serta otak pelaku yang diketahui didalangi sang isteri korban, ternyata bermotif sakit hati.
Usai menjalani pemeriksaan awal, tersangka Yedi Wandra alias Yed (30) warga Dusun Suka Merindu Kampung 2 Kecamatan Kikim Barat Kabupaten Lahat segera mungkin dilimpahkan ke Polres Lahat.
Dihadapan petugas, tersangka menjelaskan otak pelaku pembunuhan ini tidak lain adalah isteri korban, Epri.
“Saya mengenal Epri dari pacar saya, Lisa. Epri mengatakan akan membayar saya Rp 15 juta, untuk nyawa suaminya. Sebagai tanda jadi, dia memanjar saya dengan Tablet merek Asus warna hijau berbungkus coklat. Lalu, saya mengatur siasat untuk menghabisi nyawa suaminya itu. Dengan berpura-pura, ada orang yang minta ditambah watt, korban menemui kami di jalan yang sudah dijanjikan. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, Ujang menusuknya dengan pisau. Sementara saya hanya mengiringi mereka dari belakang,” jelas ayah beranak tiga ini.
Usai mengetahui tewasnya korban, duda ini memutuskan untuk tinggal di Lampung dan ke Palembang, namun sepeser bayaran pun belum juga diterima.
“Setelah kejadian itu, saya pergi ke Lampung, lalu saya tinggal di mess dan kerja sebagai pelayan Pecel Lele. Saya belum terima bayaran, karena handphone Epri selalu mati,” ungkapnya.
Dijabarkan tersangka, dirinya sempat ragu dalam menghabisi nyawa korban. Oleh karena desakan hutang, akhirnya dia menerima tawaran itu.
“Saya tidak mengenal korban pak. Saya sempat memikirkan masalah itu, tapi oleh karena desakan hutan dan Epri menelphone saya terus, akhirnya saya terima tawaran itu. Saya meminta bantuan dengan Ujang, kesepakatan kami jika uang itu cair akan kami bagi sama rata,” bebernya tertunduk penuh sesal.
Penangkapan tersangka yang berjalan alot ini, sempat menjadi perhatian pembeli. Setelah ditunjukan beberapa barang bukti, akhirnya tersangka pasrah untuk dibawa anggota reskrim unit Pidana Umum Polresta Palembang pimpinan Iptu Robert Perdamaian Sihombing SH.
“Ya, kita tangkap dia pas menyajikan makanan di tempat kerjanya. Awalnya dia mengelak, setelah kami tunjukkan bukti-bukti, dia mengaku. Lalu, kami lakukan pengeledahan di tempat tinggalnya. Disana kami sita satu unit ponsel jenis Nokia dan satu unit Tablet merek Asus. Kini kami masih mempersiapkan berkas serah terimanya tersangka untuk dibawa ke Polres Lahat,” terang Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SH SIk MH kepada awak media.
Dikatakan Maruly, pembunuhan perencana ini didalangi isteri korban sendiri.
“Dari hasil interogasi, tersangka disuruh menghabisi nyawa korban karena isterinya sakit hati dan sering dipukuli korban. Dengan dijanjikan uang sebesar Rp 15 juta, tersangka mengeksekusi korban dengan beberapa tusukan pisau. Selanjutnya, perkara ini akan dilimpahkan ke Polres Lahat,” ujarnya.
Mantan Reserse Narkoba Polresta ini menambahkan, terungkapnya kejadian ini dari penyelidikan anggota Polres Lahat dan Unit Pidum Polresta.
“Begitu kejadian ini meledak, isteri korban menghilang. Curiga, anggota menelusuri keberadaannya dan diketahui tengah berada di Pekanbaru Riau. Begitu dilakukan pemeriksaan, akhirnya dia mengatakan kalau dirinyalah otak dari kasus ini. Tidak buang waktu, mereka mengontak kami dan mengatakan kalau pembunuh bayarannya itu berada di Palembang. Setelah ditangkap, akhirnya tersebut pelaku lain yang bernama Ujang. Tersangka Ujang sendiri sudah ditangkap jajaran Polsek Lahat tadi malam,” tutupnya sembari menambahkan kalau tersangka akan dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman maksimal seumur hidup atau setidaknya 20 tahun penjara. (agustin selfy)

