PALEMBANG, Halosumsel – Penyerahan Tanah Wakaf Oleh Pembina Yayasan Ar-Rahman yaitu H Sukarman Dewhana Serta Peletakan Batu Pertama Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Sumatera Selatan, di Pondok Pesantren Ar-Rahman Jl.Tegal Binangun Palembang, Kamis (03/03/2022).
Dalam kesempatan, H Sukarna Dewhana menyampaikan sedikit sejarah halaman ini, Tanah halaman itu berdiri lebih kurang sejak tahun 2000 dan disertai dengan pusat rehabilitasi narkoba Ar-Rahman.
“Yang sebetulnya pak ketua umum pusat rehabilitasi narkoba ini tidak jarang dimiliki pondok, setau saya cuma Ar Rahman, ini aset NU yang paling besar,” ucapnya.
Ia berharap, Setelah melakukan peletakan batu pertama , Ketua umum menjadi tempatkan itu magnetnya Nahdlatul Ulama, serta Ar-Rahman siap membantu dengan segala sekuat tenaga.
Selain itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholill Staquf mengatakan berbagai macam tantangan atau kendala dalam membangun perguruan tinggi Nahdlatul Ulama ini.
“Kita masih punya orang-orang seperti Pak H Sukarman ini bukan pegawai negeri. Akan tetapi beliau bersedia untuk membantu menyediakan layanan pendidikan untuk rakyat,” ucap Yahya Cholill Staquf dalam pidatonya.
Lanjutnya, Yahya menuturkan visi misi para pendiri bangsa tentang masa depan peradaban yang dibutuhkan oleh seluruh manusia.
“Tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa yang seharusnya pemerintah ini kalau dituntut untuk menyediakan an-nasr atas pendidikan bagi seluruh rakyat,” katanya.
Yahya mengatakan tetapkan standar mutu secara nasional. “Sehingga nanti mutu dari semua perguruan tinggi Nadhlatul Ulama seluruh Indonesia ini akan setara satu sama lain,” ujarnya.
Ketua Umum PBNU itu mengatakan, mudah-mudahan tanah yang sudah diwakafkan oleh Pak Sukarman tidak lama lagi ikut sertakan di dalam sistem perguruan tinggi.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ir H Mawardi Yahya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada para jamaah Nahdlatul ulama, “Karena kami yakin kepada bapak ibu bahwa Nahdlatul Ulama Sumsel ini bagian daripada perjuangan kami untuk membangun Sumsel bersama-sama termasuk jajaran pengurus PBNU pusat,” ucap Wakil Gubernur saat pidato.
Lanjut Mawardi mengatakan, beberapa bulan lalu sudah ada rapat komunikasi. “Dengan bupatinya siap untuk dimasukkan dalam wilayah kotamadya tentunya harus punya status hukum
jelas, bahwa persegi tersebut harus ditetapkan surat keputusan Menteri Dalam Negeri,” ujar Mawardi.
Mawardi mengucapkan terimakasih kepada Bapak Sukarman atas kerja kerasnya untuk membangun perguruan tinggi ini, Ia berharap semoga cepat perguruan tinggi Nadhlatul Ulama cepat berdiri. Febry

